Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari, Gus Rifky Efendi Ingatkan Amanah Menjaga Tradisi dan Mutu Pendidikan

34
Gus Rifky Efendi saat menyampaikan pesan di hadapan para kepala unit yang sudah dilantik (foto: irsyad)

Tebuireng.online— Yayasan Hasyim Asy’ari menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) pimpinan unit pendidikan dan kepesantrenan di lingkungan Pesantren Tebuireng pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim itu menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di berbagai unit yang berada di bawah naungan Pesantren Tebuireng.

Baca Juga: Sertijab Pimpinan Unit Digelar, Gus Kikin Tegaskan Tebuireng Terus Bertransformasi Menjawab Tantangan Zaman

Sertijab tersebut meliputi kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah, mudir dan wakil mudir Ma’had Aly, serta pimpinan pondok. Acara dihadiri Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari, Dr. Ir. Rifky Efendi Hardijanto, M.H., beserta jajaran yayasan, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz, serta Ketua Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Nasional, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si.

Dalam sambutannya, Gus Rifky menyampaikan bahwa para pimpinan yang dilantik telah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang panjang, termasuk tahapan fit and proper test yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng.

“Hadirnya bapak dan ibu sekalian di sini telah melalui sebuah proses panjang yang dipimpin langsung oleh Al-Mukarram Romo KH. Abdul Hakim Mahfudz, yang terakhir kemarin hasil dari fit and proper test, sehingga terpilih Bapak Ibu sekalian untuk memimpin berbagai unit,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Baca Juga: 12 Unit Pendidikan Pesantren Tebuireng Lantik Pimpinan Baru

Ia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan yang diterima tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lembaga pendidikan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai dan tradisi yang diwariskan para pendiri Pesantren Tebuireng.

Menurutnya, perkembangan Pesantren Tebuireng yang semakin besar hingga saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang para masyayikh yang harus terus dijaga dan dilanjutkan.

“Puji syukur ke hadirat Allah bahwa ternyata setelah didirikan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari, Pesantren Tebuireng semakin berkembang pesat dan besar. Sehingga mari kita ingat wasiat beliau bahwa salah satu amanahnya yakni Tebuireng tidak boleh meninggalkan sistem pendidikan sorogan dan bandongan,” ujarnya.

Gus Rifky menilai, pelaksanaan serah terima jabatan menjadi salah satu momentum penting untuk meneguhkan komitmen dalam menjaga amanah tersebut.

“Karena itu merupakan wasiat yang tertulis dan bisa kita baca semuanya untuk dapat meneruskan sistem pendidikan tersebut kepada para santri Pesantren Tebuireng,” lanjutnya.

Baca Juga: Delapan Pimpinan Pondok di Lingkungan Pesantren Tebuireng Resmi Dilantik

Selain menjaga tradisi pesantren, ia juga mengingatkan para pimpinan unit mengenai tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi fokus utama seluruh lembaga di bawah Yayasan Hasyim Asy’ari.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas guru, tetapi juga oleh seluruh unsur pendukung yang bekerja di lingkungan lembaga pendidikan.

Peserta serah terima jabatan penuji gedung Yusuf Hasyim lantai 3 Tebuireng (foto: irsyad)

“Ada beberapa unsur di dalam meningkatkan kualitas pendidikan itu mulai dari tenaga pengajar, guru, yang tentu tidak akan bekerja sendiri kalau tidak didukung oleh para karyawan. Mulai dari tenaga kebersihan, tenaga administratif, security, itu semua berperan di dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Berikutnya lagi tentu infrastruktur,” jelasnya.

Secara khusus, Gus Rifky juga menyoroti pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Khoiriyah yang dinilainya memiliki tantangan sekaligus peluang besar dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja masa depan.

Menurutnya, SMK perlu terus berinovasi dengan menghadirkan program-program yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan tenaga kerja baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Ketentuan khusus barangkali nanti PR yang besar ada di lingkungan SMK. SMK itu yang mungkin mesti lebih kreatif,” katanya.

“Barangkali dibutuhkan adanya jurusan-jurusan baru yang memang menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga kerja baik di domestik, di Indonesia maupun di dunia internasional. Ini juga sudah mulai kita dorong. Karena tidak bisa dipungkiri tuntutan zaman ini juga selain daripada dakwah,” tambahnya.

Melalui penguatan pendidikan vokasi tersebut, ia berharap para lulusan SMK tidak hanya memiliki kompetensi profesional yang dibutuhkan dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan dakwah melalui berbagai media dan bidang keahlian yang mereka miliki.

“Tentu dunia profesionalisme yang kita harapkan sehingga nanti alumni-alumni dari SMK akan menerapkannya hal tersebut di media dakwah,” pungkasnya.