Dua Siswa Kelas 1 SDI Tebuireng Kesamben Raih Prestasi Regional di Mojokerto

94
Flayer ucapan selamat dan sukses (ilustrator: Ifa)

Tebuireng.online– Meski masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD), dua anak asal Kesamben berhasil membuktikan kemampuan akademiknya dalam ajang kompetisi tingkat regional di Mojokerto. Prestasi tersebut diraih dalam Ajang Kompetisi Unggul Anak Cerdas & Berprestasi Mojokerto yang diselenggarakan oleh Amertha Event Organizer.

Kompetisi ini digelar pada Ahad (11/1/2026), di Pasar Modern Semeru Mojokerto, dan diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah. Dalam ajang tersebut, SDI Tebuireng Ir. Soedigno Kesamben hanya mengirimkan lima siswa sebagai delegasi. Dari jumlah tersebut, dua siswa berhasil membawa pulang penghargaan.

Guru SDI Tebuireng Kesamben, Ustadz Dzikron, menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah delegasi disebabkan oleh agenda sekolah yang berbarengan. “Siswa yang mengikuti event ini hanya lima anak, dan dua di antaranya memperoleh penghargaan, karena pelaksanaannya bersamaan dengan babak penyisihan Olimpiade KMNR-21 di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Panen Prestasi! Siswa SDIT Ir. Soedigno Kesamben Borong 14 Penghargaan di Akhir Tahun

Salah satu siswa berprestasi adalah Akbar Naufal Alfarizi, siswa kelas 1 ARA, yang berhasil meraih empat penghargaan sekaligus, yakni Juara 2 Olimpiade Matematika, Juara 3 Olimpiade Sains, Juara 3 Olimpiade PKn, serta Harapan 2 Olimpiade Bahasa Inggris. Sementara itu, Hafidzah Azqia Elshanun, siswi kelas 1 ARU, meraih Harapan 2 Tahfidz kategori B.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ustadz Dzikron mengaku bangga atas capaian tersebut, terlebih karena para siswa masih berada di kelas 1. “Yang pasti senang dan bangga, karena telah muncul bibit anak yang menguasai berbagai mata pelajaran lomba sekaligus, apalagi mereka masih kelas 1. Ini menjadi modal awal untuk kita bimbing ke depannya,” ungkapnya.

Ia juga menanggapi minat siswa terhadap mata pelajaran Matematika yang cukup menonjol. Menurutnya, sekolah telah menyiapkan fasilitas pengembangan bakat siswa. “Terkait minat dan bakat anak di MTK, sekolah sudah memfasilitasi ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat anak-anak, tidak hanya Matematika tetapi juga bidang lain. Hanya saja yang bersangkutan masih kelas 1 dan aturan sekolah belum memperbolehkan mengikuti ekskul. Setelah ananda kelas 2, tentu akan kita arahkan masuk ekskul MTK Club,” jelasnya.

Akbar Naufal Alfarizi, siswa berusia 7 tahun, mengaku tidak pernah merasa lelah saat belajar. “Kalau belajar nggak pernah capek, paling kalau capek nanti dibeliin es krim sama mama atau papa. Lesnya cuma satu jam saja,” tuturnya. Naufal mengungkapkan ketertarikannya pada Matematika karena metode hitung cepat yang menurutnya menyenangkan. “Selain Bahasa Inggris, saya juga suka MTK karena ada cara hitung cepatnya,” katanya.

Baca Juga: SD Islam Tebuireng Kesamben Raih Empat Medali di Olimpiade Nasional BRISMA

Ia juga menyukai pelajaran Bahasa Inggris karena sering dipraktikkan di sekolah. “Aku suka Bahasa Inggris karena gampang, terus latihannya itu pas di sekolahan, kayak pas mau izin ke kamar mandi atau izin keluar kelas,” ujar Naufal.

Sementara itu, Hafidzah Azqia Elshanun atau Shanum telah menekuni Tahfidz sejak TK. Saat ini, ia telah menghafal sejumlah surat, di antaranya Asy-Syam, An-Naba’, At-Takwir, An-Nazi’at, dan Ad-Dhuha. “Nggak pernah kesulitan karena setiap hari biasanya muroja’ah dua surat,” ucap Shanum. Ia menambahkan bahwa muroja’ah dilakukan bersama guru ngaji dan juga orang tua saat di rumah.

Meski unggul di bidang Tahfidz, Shanum juga memiliki minat pada Matematika. “Saya juga suka pelajaran MTK karena saya juga suka berhitung,” katanya. Ia pun memiliki cita-cita menjadi guru ngaji. Terkait lomba yang diikutinya, Shanum mengaku senang mendapatkan hadiah dari orang tua. “Kemarin pas lomba dapat hadiah tumbler baru, jadi bahagia, soalnya juga diantar ayah sama adik,” ujarnya.

Baca Juga: Konsisten Berprestasi, Siswa SDIT Kesamben Raih Medali Nasional dan Juara Kabupaten

Ustadz Dzikron berharap prestasi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya. “Harapannya anak-anak tetap konsisten belajar lebih giat, terus mengasah kemampuan melalui lomba-lomba, dan menjadi contoh semangat bagi siswa-siswi yang lain,” pungkasnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary