Antisipasi Salah Makna Ayat, Calon Pengajar Al-Quran Tebuireng Pelajari Gharaibul Kalimat

7
Hari kedua Penataran Qori’ Al-Qur’an Pesantren Tebuireng diisi dengan pembekalan materi Gharaibul Kalimat di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, Jombang, Jumat (19/06/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Hari kedua Penataran Qori’ Al-Qur’an Pesantren Tebuireng diisi dengan pembekalan materi Gharaibul Kalimat di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, Jombang, Jumat (19/06/2026). Materi khusus ini disampaikan langsung oleh KH Fauzan Kamal sebagai bekal teoretis bagi para calon pengajar Al-Qur’an.

Dalam pemaparannya, Fauzan menjelaskan bahwa gharaib merupakan bentuk jamak dari kata gharib yang berarti asing, aneh, atau tidak umum. Dalam studi qiraat, istilah ini merujuk pada lafaz-lafaz tertentu di dalam Al-Qur’an yang cara membacanya keluar dari kaidah hukum umum.

“Dalam Al-Qur’an terdapat sejumlah lafaz yang tidak dibaca sebagaimana bentuk tulisannya secara umum,” ujar Fauzan di hadapan puluhan peserta, Jumat.

Ia mencontohkan lafaz (yabṣuṭu) yang secara tekstual tertulis menggunakan huruf ṣād (ص), namun dalam riwayat bacaan tertentu wajib dilafalkan mendekati bunyi huruf sīn (س). Kekhususan-kekhususan autentik seperti ini dinilai wajib dikuasai pengajar agar terhindar dari fatalitas kesalahan pelafalan.

Selain membedah keunikan lafaz, KH Fauzan Kamal juga memperluas materi dengan mengintegrasikan pentingnya penguasaan ilmu alat, yakni Nahwu dan Sharaf. Para peserta dibekali pemahaman mengenai tashrif istilahi dan tashrif lughawi untuk mengenali dinamika perubahan bentuk kata serta pergeseran maknanya dalam bahasa Arab.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurut dia, ketelitian dalam memahami struktur kalimat mutlak diperlukan karena perbedaan satu huruf atau harakat di dalam Al-Qur’an dapat mengubah total esensi makna ayat. Pada akhir sesi, Fauzan berpesan agar para peserta tidak berhenti pada tataran teori, melainkan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Penataran Qori Tebuireng, KH Abdullah Afif Paparkan Urgensi Makharijul Huruf


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan