Ternyata Begini Asal Muasal Azan

684
Ilustrasi Azan

Kata azan berdasarkan segi kebahasaannya yang berarti โ€œmenyiarkanโ€[1], azan merupakan pertanda masuknya waktu salat[2].  Hal tersebut sudah tertanam di pikiran kita, apalagi yang rumahnya berdekatan dengan masjid.

Pada bulan puasa, eksistensi azan menjadi begitu penting. Azan magrib menjadi primadona yang senantiasa dinanti. Sedangkan azan subuh menjadi rambu-rambu yang diwaspadai.

Selain sebagai pertanda masuknya waktu shalat, terkadang azan juga dikumandangkan untuk mengusir roh-roh jahat atau jin. Lantaran dipercayai memiliki kekuatan magic yang dapat hal tersebut. Sebagai mana hadis Nabi Muhammad Saw[3]:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฅูุฐูŽุง ู†ููˆุฏููŠูŽ ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ุฃูŽุฏู’ุจูŽุฑูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุถูุฑูŽุงุทูŒุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฃู’ุฐููŠู†ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุฏูŽุงุกูŽ ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุซููˆู‘ูุจูŽ ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุฃูŽุฏู’ุจูŽุฑูŽุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ุชู‘ูŽุซู’ูˆููŠุจูŽ ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุทูุฑูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูˆูŽู†ูŽูู’ุณูู‡ูุŒ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ุงุฐู’ูƒูุฑู’ ูƒูŽุฐูŽุงุŒ ุงุฐู’ูƒูุฑู’ ูƒูŽุฐูŽุงุŒ ู„ูู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑูุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุธูŽู„ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฑููŠ ูƒูŽู…ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰

โ€œTatkala azan dikumandangkan, maka setan berpaling terbirit-birit sambil kentut sampai azan tersebut tidak terdengar olehnya. Apabila azan telah dikumandangkan, maka ia pun kembali. Apabila dikumandangkan iqamah, setan pun berpaling lagi. Apabila iqamah selesai dikumandangkan, setan pun kembali, ia akan melintas di antara seseorang dan nafsunya. Kemudian ia membisikan โ€œingatkah hal iniโ€, bagi orang yang sebelumnya khusuโ€™ hingga orang tersebut lupa berapa rakaat yang sedang ia lakukanโ€ (H.R. Bukhari)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tak jarang pula, azan dianggap sebagai penolak bala. Sehingga, tatkala terjadi bencana semisal kebakaran atau angin Puting Beliung, masyarakat sesegera mungkin menyuruh salah satu dari mereka untuk azan.

Sebagai pembuktian, pada masa virus corona tahun 2019, masyarakat se-Pulau Tengah mengagendakan azan magrib selama 3 hari di teras Rumah[4]. Tak mau kalah, masyarakat Cirebon, Jawa Barat juga menggelar tradisi Azan Pitu demi mengusir wabah tersebut[5]

Selain itu, azan juga dipercaya dapat membawa berkah. Alhasil, mayoritas muslim mengumandangkannya di telinga anak yang baru lahir, demi mengharap kebaikan akan terjadi padanya. Bahkan dalam kitab Fathul Muiโ€™n, hal tersebut hukumnya sunah[6].

Asal Muasal Sejarah Azan

Azan pada hakikatnya adalah salah satu kesunahan sebelum menunaikan shalat fardhu, tepatnya dihukumi sunnah kifayah. Tetapi kesunahan itu hanya untuk kaum pria meskipun masih bocah. Azan memiliki beberapa lafaz khusus. Dan itu sudah familiyar di telinga kita.

Dibanding dengan sunah yang lain, azan memiliki keunikan tersendiri, yaitu pensyariatannya yang bermula dari mimpi sahabat โ€˜Abdullah bin Zaid. Mimpi itu terjadi pasca Nabi mengintruksikan para sahabat untuk memukul gendang sebagai tanda akan ditunaikanya shalat berjamaah.

Singkat cerita, dalam mimpi ia bertemu sosok lelaki yang membawa gendang. Kemudian ia bertanya, โ€œWahai hamba Allah, apakah kau mau menjualnya?โ€

Laki-laki itupun menjawab, โ€œApa yang akan kau lakukan dengan gendang ini setelah membelinya?โ€

Abdullah bin Zaid menjawab, โ€œAkan ku gunakan untuk menyeru agar orang-orang melakukan shalatโ€

Laki-laki itu pun bertanya kembali, โ€œApakah kau ingin aku beri tahu perkara yang lebih baik untuk menyeru salat dari pada gendang ini?

Abdullah bin Zaid pun mengiyakan.

Spontan laki-laki itu menjawab โ€œYaitu lafad :

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจุฑูุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู† ู„ุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู† ู„ุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ู…ุญู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ู…ุญู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู† ู„ุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู† ู„ุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ู…ุญู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฃุดู‡ุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ู…ุญู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุญูŠู‘ูŽ ุนู„ู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉูุŒ ุญูŠู‘ูŽ ุนู„ู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉูุŒ ุญูŠู‘ูŽ ุนู„ูŽู‰ ุงู„ูู„ุงุญูุŒ ุญูŠู‘ูŽ ุนู„ูŽู‰ ุงู„ูู„ุงุญูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจุฑูุŒ ู„ุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡[7]

Keesokan harinya, Abdullah bin Zaid menemui Nabi Muhammad saw. guna melaporkan mimpinya. Ternyata, Nabi menerimanya dengan baik. Beliau berkata, โ€œInsyaallah, mimpimu adalah kebenaran. Maka pergilah ke Bilal bin Rabbah, sampaikan apa yang ada di mimpimu. Kemudian suruh ia mengumandangkannya, sebab suaranya lebih lantang darimu.โ€

Dari pengalaman Abdullah bin Zaid, akhirnya para sahabat melakukan ijmak bahwa azan hukumnya sunah. Dengan adanya pensyariatan azan, mengetahui waktu salat menjadi mudah. Ini juga menjadi bukti bahwa Allah tidak menginginkan hambanya kesulitan dalam melakukan ibadah.[8]


[1] ย Al-Malibari, Zainudin, Fathul Muin (Maktabah Shamela) hal. 149

[2]  Al-Baijuri, Ibrahim, Hasyiah Albajuri, (Pustaka Assalam: Surabya: 2006) hal.161

[3]  Al-Bukhari, Shahih Bukhari, (Maktabah Samela) Juz. 1 hal. 125 no. 608

[4] beritajambi.co/read/2020/03/30/8995/tradisi-tolak-bala-masyarakat-sepulau-tengah-adakan-azan-magrib-selama-
  3-hari-diteras-rumah/

[5] timesindonesia.co.id/peristiwa-nasional/263588/seperti-zaman-walisongo-azan-pitu-berkumandang-untuk-usir-
 
wabah-corona

[6] Al-Malibari, Zainudin, Fathul Muin (Maktabah Shamela) hal. 149

[7] Ibid hal. 149

[8] Qs: Al-Baqorah: 185


Ditulis oleh Achmad Bissri Fanani, Mahasantri Maโ€™had Aly An-Nur 2