ilustrasi muslimah shalat berjamaah di masjid
ilustrasi muslimah shalat berjamaah di masjid

Membicarakan tentang shalat adalah hal penting yang akan menjadi amal yang paling utama akan dihisab. Shalat sendiri adalah salah satu pilar utama dalam agama Islam. Jika seorang hamba meninggalkan shalat karena ingkar merupakan bentuk kekufuran dan mengeluarkan yang bersangkutan dari agama Islam.

Meskipun shalat berjamaah di masjid adalah bentuk praktik yang sangat lumrah di kalangan muslim, ada situasi tertentu bagi seorang muslimah. Seorang perempuan diizinkan atau bahkan sangat dianjurkan untuk shalat di rumah. Berikut adalah anjuran shalat di rumah bagi muslimah

Anjuran Shalat di Rumah bagi Muslimah

Anjuran shalat di rumah bagi muslimah tertera dalam Musnad Ahmad:

حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُوَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ عَمَّتِهِ أُمِّ حُمَيْدٍ امْرَأَةِ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ أَنَّهَا جَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّ الصَّلَاةَ مَعَكَ قَالَ قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلَاةَ مَعِي وَصَلَاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ وَصَلَاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكِ فِي دَارِكِ وَصَلَاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلَاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِي قَالَ فَأَمَرَتْ فَبُنِيَ لَهَا مَسْجِدٌ فِي أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ حَتَّى لَقِيَتْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami [Harun] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] berkata, telah menceritakan kepadaku [Daud bin Qais] dari [Abdullah bin Suwaid Al Anshari] dari bibinya [Ummu Humaid] isteri Abu Humaid As Sa’di, bahwa dia menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menyukai shalat bersamamu!” Beliau bersabda: “Aku sudah tahu jika kamu suka shalat denganku, namun shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di kamarmu, dan shalatmu di kamarmu lebih baik daripda shalat di rumahmu, dan shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu, dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalat di masjidku.” Ummu Humaid berkata, “Lalu dia diperintahkan untuk membuat masjid di tempat yang paling pojok dalam rumahnya dan yang paling gelap, setelah itu dia shalat di sana hingga dia menemui Allah Azza Wa Jalla.” (H.R. Ahmad)

Dijelaskan juga, dalam buku Tuntunan Shalat untuk Wanita karya M. Khalilurrahman al-Mahfani dan Ummi Nurul Izzah bahwa tempat shalat terbaik untuk seorang perempuan di dalam rumahnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Rasulullah Saw bersabda:

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهنَّ.

Artinya: “Sebaik-baik tempat untuk sholat bagi wanita adalah di dalam rumahnya.” (HR Ahmad, Thabrani, dan Al-Hakim)

Hukum Muslimah Shalat di Masjid

Seorang perempuan tetap diperbolehkan untuk shalat berjamaah di masjid, meskipun dianjurkan untuk shalat di rumah. Karna hal tersebut disebabkan tidak adanya larangan dan tidak boleh melarang atau menghalanginya.

Rasulullah Saw bersabda:

لاَ تَمْنَعُوا النِّسَاءَ أَنْ يَخْرُجْنَ إِلَى الْمَسَاجِدِ وبيوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ

Artinya: “Janganlah kalian melarang wanita pergi ke masjid (untuk sholat) walau rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (H.R. Ahmad dari Ibnu Umar)

Jika seorang muslimah hendak pergi ke masjid untuk shalat berjamaah atau pengajian majlis ilmu, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Tidak memakai perhiasan yang berlebihan
  • Tidak bercampur baur dengan kaum laki laki jadi harus terpisah
  • Tidak memakai pakaian yang menyerupaki laki laki
  • Aman dalam perjalanan ke masjid dari bahaya yang mengancam
  • Tidak memakai wewangian yang berlebihan
  • Tidak memakai pakaian yang sangat mencolok warnanya

Ada juga baiknya mempertimbangkan beberapa hal berikut jika seorang perempuan ingin shalat di masjid. Pertama, sabda Rasulullah SAW tentang tempat terbaik bagi wanita bersifat prefentif, yakni untuk menjaga diri dari fitnah dan bahaya. Jangankan wanita, lelaki juga banyak yang diintimidasi ketika pergi ke masjid di zaman Rasulullah SAW. Kedua, dalam rangka syiar Islam dan memberikan contoh kepada anak-anaknya untuk beribadah dan menghidupkan masjid sejak dini.

Ketiga, beruswah atau mencontoh para sahabat wanita di masa Rasulullah SAW yang berbondong-bondong beribadah bersama Rasulullah SAW dan menghadiri majelis-majelis beliau, bahkan mereka ikut berjihad bersama Rasulullah SAW. Maka dari paparan di atas memberikan tambahan ilmu. Semoga bermanfaat

Baca Juga: Menjadi Muslimah yang Cerdas dalam Menjaga Diri


Ditulis oleh Wan Nur Laili, mahasiswi Universitas Hasyim Asy’ari