Ziarah Lintas Iman “Ceng Beng Gus Dur 2026”, Komunitas Tionghoa Kenang Keteladanan Bapak Bangsa

71
Memperingati 150 tahun berdirinya perkumpulan sosial Rasa Dharma Boen Hiang Tong, komunitas Tionghoa tertua di Semarang menggelar ziarah lintas iman ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Ahad (19/4/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Memperingati 150 tahun berdirinya perkumpulan sosial Rasa Dharma Boen Hiang Tong, komunitas Tionghoa tertua di Semarang menggelar ziarah lintas iman ke makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Ahad (19/4/2026). Kegiatan bertajuk “Ceng Beng Gus Dur 2026 – 150 Tahun Boen Hiang Tong” ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai daerah.

Rangkaian perjalanan spiritual dan budaya ini dimulai dari Semarang. Sebelum bertolak ke Jombang, para peserta melaksanakan sembahyang di tempat ibadah Boen Hiang Tong dan membawa “sinci Gus Dur” papan arwah simbolis sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut.

Selama di Jombang, rombongan juga mengunjungi sejumlah situs bersejarah dan lintas budaya, seperti Candi Arimbi, GKJW Mojowarno, Museum Wayang Potehi, Klenteng Hong San Kiong Gudo, hingga Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari.

Sebelum ziarah dimulai, rombongan mengikuti ritual “sapu jagad” dan menyanyikan lagu “Subhanul Wathon” secara bersama-sama. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan mengarak sinci Gus Dur dari area Museum Islam Indonesia menuju kompleks pemakaman Pesantren Tebuireng.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Mudir V Pesantren Tebuireng KH Riza Yusuf Hasyim serta koordinator Gusdurian Jombang yang juga dzuriyah Tebuireng, Ning Ema Rahmawati.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketua rombongan, Harjanto Halim, menjelaskan bahwa peserta ziarah kali ini datang dari lintas kota, mulai dari Palembang, Yogyakarta, Bandung, Banjar, hingga Surabaya.

“Kami datang untuk berziarah karena bagi komunitas Tionghoa, Gus Dur adalah ‘Bapak Tionghoa’. Kami rutin mengajak jemaah untuk berziarah kepada beliau sebagai bentuk penghormatan yang sangat berarti,” ujar Harjanto.

Uniknya, dalam kunjungan kali ini rombongan juga menyempatkan diri mencicipi kikil di Desa Mojosongo, kuliner favorit Gus Dur semasa hidup. Harjanto menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini bermuara pada satu tujuan, yakni menghormati sosok yang telah berjasa besar bagi kesetaraan warga Tionghoa di Indonesia.

Ziarah ditutup dengan doa bersama lintas iman dan prosesi tabur bunga. Harjanto berharap kegiatan ini menjadi pemantik untuk terus menghidupkan keteladanan yang diwariskan Gus Dur.

“Kami berharap nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan yang diajarkan beliau tetap hidup, sehingga Indonesia yang rukun, damai, dan sejahtera dapat terwujud,” pungkasnya.

Kegiatan bertajuk “Ceng Beng Gus Dur 2026 – 150 Tahun Boen Hiang Tong” ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai daerah.

Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan