Budayawan Nasional, KH. D. Zawawi Imron menyerukan cinta tanah air di hadapan warga SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng, saat pagelaran Anniversary ke-44 SMA A. WH, Sabtu (16/3) di halaman sekolah. (Foto: Kopi Ireng)

Tebuireng.online— Budayawan Nasional, D. Zawawi Imron hadir memeriahkan Anniversary ke-44 SMA A. Wahid Hasyim, sebagai pengisi mauidhoh hasanah. Selain itu, acara yang dihadiri oleh seluruh warga SMA A. WH dan alumni ini, dimeriahkan oleh Band serta pesan dan kesan para alumni, Sabtu (16/3) di halaman sekolah.

Penyair yang dikenal dengan “Celurit Emas” ini memberikan motivasi kepada seluruh siswa yang hadir, dikatakannya agar siswa menjadi orang yang siap etos kerja di masa depannya. “Dengan tekun, tabah, dan vitalitas, pintu ilmu akan terbuka bagi siapa yang ikhlas menjalaninya. Dan jika pintu ilmu sudah terbuka, maka etos kerja akan siap dihadapi oleh para pemuda,” ungkap pemuisi Ibu ini.

Tak hanya semangat belajar yang diingatkan, tetapi juga rasa nasionalisme agar para pemuda tak mudah tergonjang-ganjing di era globalisasi ini. “Jikalau tidak cinta kepada tanah air, pergi saja dari negara ini,” tegasnya di hadapan semua warga SMA A. Wahid Hasyim.

Budayawan asal Madura ini menekankan, bahwa tanah air yang kita tempati ialah alat kita agar meraih ridha Allah. “Tanah air adalah sajadah kita, barang siapa mencintainya, tumbuhkan lah benih-benih kedamaian, benih cinta atas tanah air, karena tanah air adalah sajadah kita untuk sujud kepada Allah SWT,” pesannya.

Selain dua hal yang dibahas, ia juga berpesan agar santri tidak terpeleset mengikuti jejak para koruptor melalui pantun milenial. Melalui pantun milenialnya, KH. Zamawi Imron mengingatkan bahwa syarat utama menjadi koruptor ialah harus siap masuk neraka, dan syarat utama menjadi santri ialah mengajak sekelilingnya agar tidak terjerumus dalam dunia mengambil uang rakyat dengan serakah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta: Alaik Izzul Haq

Publisher: RZ

SebelumnyaKomitmen Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari
BerikutnyaAnniversary SMA A. Wahid Hasyim, Momentum Sharing Alumni & Siswa