Tim Robotika Unhasy Sukses di KRTI 2019

Tim Fixed Wing (Ababil) juara dengan kategori “Pendatang Baru Terbaik”
Tim Racing Plane (Phoenix) juara dengan kategori “Pilot Terbaik”.

Tebuireng.online— Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) sukses sabet juara dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019. Event tersebut diselenggarakan pada hari Rabu (2/10/19) hingga Jumat (4/10/19) di Lapangan Udara TNI – AL, Grati Pasuruan.

KRTI 2019 ini berlangsung dengan tema “Menuju Kemandirian Teknologi Wahana Terbang Tanpa Awak”. Dirjen Belmawa bersama KEMENRISTEKDIKTI dan UNESA menyelenggarakan KRTI 2019 dengan visi “Terwujudnya Pendidikan Tinggi yang Bermutu serta Kemampuan Iptek dan Inovasi untuk Mendukung Daya Saing Bangsa serta Beradaptasi pada Era Revolusi Industri 4.0”.

“Acara ini, KRTI atau Kontes Robot Terbang Indonesia yang diselenggarakan kemenristekdikti tiap tahunnya,” terang Milad, mahasiswa Unhasy yang merupakan salah peserta yang sekaligus jawara lomba racing plane.

Dalam lomba ini, Milad menjelaskan bahwa ada 4 divisi yaitu TD (Teknologi Development), VTOL, Fixed wing, dan Racing Plane.

“Kebetulan Unhasy mengajukan pada divisi racing plane dan fixed wing, alhamdulillah kedua tim juga lolos pada tahap seleksi 1 dan 2. Saya sendiri peserta lomba racing plane bisa dibilang balapan pesawat dengan nama tim phoenix,” ungkap Milad.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sedangkan Rocky, salah satu peserta cabang lomba Fixed Wing yang juga menyabet juara dalam event tersebut mengaku sangat bersyukur atas keberhasilan dalam mengharumkan nama Unhasy yang masih terbilang perdana dalam mengikuti lomba Robotik.

“Iya, alhamdulillah. Sebagai Tim Robot di Unhasy saya sangat bahagia dan bersyukur karena dapat bersaing dalam KRTI 2019 bersama 40 Perguruan Tinggi dengan jumlah team 105,” tuturnya.

Tercatat kedua tim dari Unhasy berhasil masuk peringkat 10 besar. “Alhamdulillah kedua tim robot UNHASY dapat masuk peringkat 10 besar,” imbuh Rocky, Mahasiswa Teknik Informatika semester 3 tersebut. Rocky pun menyampaikan beberapa kendala saat mengikuti lomba ini.

🤔  Pemanfaatan Abu Vulkanik Kelud Menjadi Pupuk Pelet

Menurutnya, sebagai tim Robotika Unhasy, hal pertama yang menjadi kendala adalah rasa gugup karena baru pertama kali ini mengikuti KRTI 2019.

“Dalam kontes robot terbang ini banyak universitas yang mengikuti kompetisi tersebut. Terutama dari ITB, ITS, UI, UGM, UB, UNESA, dan kampus besar lainnya yang sudah memiliki pengalaman mengikuti KRTI sebelumnya. Tetapi tim Robotika Unhasy tetap semangat, percaya diri, berdoa dan yakin dapat menyelesaikan misi dan bersaing dengan kampus-kampus ternama,” jelasnya.

Kedua, menurutnya adalah lokasi lomba yang sangat ekstrim karena lokasi lomba berdekatan dengan area lautan sehingga tekanan angin di sana sangat besar. Mengetahui hal tersebut tim Robotika Unhasy merancang robot terbang yang sesuai dengan kondisi lapangan perlombaan agar tetap kuat saat mengudara dan menyelesaikan semua misi sesuai divisi.

“Walaupun saya pendidikan di wilayah pesantren di Universitas Hasyim Asy’ari, saya berharap dengan bidang yang saya miliki sekarang saya dapat memajukan Indonesia terutama dalam bidang riset dan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 dan juga menjadi bagian dalam mengembangkan teknologi di Indonesia terutama di bidang Robotika,” tandasnya.

Pewarta: Luluatul Mabruroh

Publisher: RZ