Sumber gambar: http://emir.co.id/berdoa-di-media-sosial/

Oleh: Ustadzah Nailia Maghfiroh dan Ustadz M. Idris*

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

Para asatidz walasatidzah saya mau bertanya, Apa saja tanda-tanda diijabahinya doa oleh Allah SWT kepada hambanya. Sukron katsiron jazakallah ahsanal jaza, atas perhatian dan jawabannya. Wassalamualaikum.

Aliyuddin, Karawang

Wa’alaikumsalam Warohmatullah Wabarokatuh

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Akhi Aliyudin yang insyaallah senantiasa dirahmati oleh Allah. Setiap manusia yang hidup di manapun dia berada pasti akan selalu memiliki kecenderungan untuk mencari keberadaan sesuatu yang dianggapnya memiliki kuasa tertinggi, yang dalam hal ini kita sedang berbicara tentang Tuhan. Sebagai Dzat yang memiliki kuasa tanpa batas disertai dengan keberadaan manusia yang serba memiliki keterbatasan membuat setiap manusia baik dalam sadar maupun alam bawah sadarnya selalu memiliki kebergantungan kepada “Tuhan”.

Hal ini dapat kita pahami ketika realita menunjukkan, di setiap tempat yang ada di sisi bumi bahkan di pelosok sekalipun, kita bisa saja tidak menemukan keberadaan pasar, kamar mandi, rumah sakit atau tempat umum lainya. Namun pasti terdapat suatu tempat khusus yang disiapkan untuk melakukan pemujaan.

Dalam Islam , kita mengenal doa sebagai media pendekatan manusia kepada Tuhan. Bentuk dari doa ini sendiri sangatlah bermacam-macam. Bisa berupa ibadah mahdhoh seperti  shalat misalnya, juga bisa berupa penyampaian maksud langsung kepada Tuhan dengan beberapa kode etik, di antaranya menengadahkan tangan ke arah langit.

Allah selaku Dzat yang Maha Kuasa sangatlah menganjurkan setiap hambaNya untuk berdoa dan menjamin adanya balasan yang akan Allah hadirkan atas doa yang disampaikan setiap hambaNya, sebagaimana yang tertera dalam surat Al- Baqoroh ayat   186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hambaKu bertanya padamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia berdo’a kepadaKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)Ku dan beriman kepadaKu, agar mereka memperoleh kebenaran”.

Dalam ayat tersebut Allah telah menjanjikan, bahwa  setiap doa akan Allah hadirkan ijabah (terkabul) segala yang diminta dariNya. Lalu sekarang bagaimanakah kita bisa mengetahui bahwa suatu do’a telah diijabahi?

Dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidin dijelaskan sebagaimana berikut:

بغية المسترشدين (ص: 102)

فائدة : أخرج البيهقي أن الدعاء يستجاب في أربعة مواضع : عند التقاء الصفوف ونزول الغيث وإقامة الصلاة ورؤية الكعبة، ومن علامة استجابة الدعاء الخشية والبكاء والقشعريرة، وقد تحصل الرعدة والغشاء وسكون القلب عقبه وبرد الجأش وظهور النشاط باطناً والخفة ظاهراً حتى كأنها نزعت عنه حملة ثقيلة اهـ أ ج

Sebagian dari tanda-tanda dikabulkannya doa yaitu merasakan takut, menangis dan merinding. Terkadang juga, tubuh merasa gemetar, terlindungi dan hati menjadi tenang setelahnya. Dan juga tubuh seperti menggigil disertai munculnya rasa kesemangatan dalam hati dan tampak adanya rasa takut sekan-akan seperti baru saja dicabut darinya suatu beban yang sangat berat.

Dari keterangan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa di-ijabahi-nya suatu doa secara langsung memunculkan adanya suatu efek yang akan dialami oleh seseorang yang berdoa, baik dari sisi mental maupun fisik. Hal ini tentunya sangatlah wajar, sebab dalam proses berdoa, seseorang sedang membangun koneksi dengan Sang Maha Kuasa atas segala hal, sehingga wajar bila efek yang ditimbulkan akan sangat dahsyat (sebagaimana keterangan diatas) jika memang benar koneksi tersebut terjalin.

Namun terlepas daripada itu semua, Allah sudah menjamin bahwa setiap doa akan diijabahi, karena Allah adalah sebaik-baik penjanji. Setiap yang berdoa, pasti akan Allah kabulkan do’anya baik secara langsung maupun tidak, sesuai yang dikehendaki sang pendoa maupun dalam bentuk kebahagiaan yang lain. Sebab, sesuatu yang baik menurut seorang hamba belum tentu baik menurut Allah. Sementara Dia lah yang Maha Mengetahui. Wallahu A’lam.

*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan anggota tim tanya jawab Tebuireng Online

SebelumnyaSyariat Berbakti pada Orangtua Tak Bisa Ditawar
BerikutnyaKisah Tsabit al Bunani dan Pemuda dari Alam Kubur