
Tebuireng.online— SMP Al-Madina Wonosobo menggelar kunjungan studi tiru ke Pesantren Tebuireng pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Rihlah Tarbiyah yang diikuti oleh 158 siswa dan 16 guru pendamping.
Rombongan diterima di Masjid Pesantren Tebuireng oleh Mudir III Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim, yang hadir mewakili pesantren, bersama tim humas Pesantren Tebuireng.
Perwakilan humas SMP Al-Madina Wonosobo, Ahmad Yahya, menjelaskan bahwa rihlah ini bertujuan untuk menyambung silaturahmi dengan Pesantren Tebuireng, sekaligus melaksanakan ziarah ke maqbarah Tebuireng. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi para siswa.
Baca Juga: Pererat Silaturahmi PHBI Tanah Laut Kunjungi Pesantren Tebuireng
“Rihlah ini kami laksanakan untuk menyambung silaturahmi dengan Pesantren Tebuireng, khususnya melalui ziarah. Selain itu, kami juga ingin mengenalkan lingkungan kepada siswa agar mereka lebih mencintai dan menjaga alam,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pesantren Tebuireng dipilih karena memiliki nilai historis dan keilmuan yang kuat. “Terlebih Pesantren Tebuireng ini pesantren yang sudah sepuh. Kami ingin menyambungkan sanad keilmuan dari Yayasan Al-Madina ke Tebuireng, sekaligus memberikan gambaran kepada anak-anak jika kelak ingin melanjutkan mondok,” lanjut Ahmad Yahya.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi pengalaman pertama bagi para siswa SMP Al-Madina untuk berziarah ke Pesantren Tebuireng, meskipun sebelumnya para pengasuh dan asatidz telah beberapa kali melakukan ziarah secara pribadi. Siswa yang mengikuti kegiatan ini merupakan siswa kelas akhir yang akan menghadapi ujian kelulusan.
“Ini program baru bagi kami. Harapannya, anak-anak semakin semangat belajar, mendapatkan keberkahan, dan memiliki keinginan untuk melanjutkan mondok setelah lulus dari Al-Madina,” ungkapnya.

Sementara itu, Faizal Arifin selaku perwakilan SMP Al-Madina menyampaikan bahwa Pesantren Tebuireng menjadi salah satu kiblat keilmuan bagi lembaganya. Ia menilai kunjungan ini sebagai ajang showan kepada dzurriyah Pesantren Tebuireng, khususnya kepada Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.
Baca Juga: Pesantren Cabang Abdul Djamil Tebuireng 17 Silaturahmi ke Pesantren Tebuireng
“Tidak mungkin kita ditakdirkan bertemu di sini jika bukan karena izin Allah. Semoga pertemuan ini membawa keberkahan, menambah ilmu, dan menyambungkan sanad keilmuan kita dengan Pesantren Tebuireng,” ucapnya dalam sambutan.
Ia juga menyinggung keteladanan Gus Dur yang memiliki keluasan ilmu dan kemanusiaan, serta mengajak para siswa untuk meneladani nilai-nilai dan amaliyah yang diwariskan.
Dalam kesempatan tersebut, H. Lukman Hakim turut memberikan nasihat kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa santri adalah golongan mulia karena menempuh jalan mencari ilmu. Namun, ia menekankan pentingnya meluruskan niat agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan.
“Orang pintar itu sudah banyak, tetapi tidak semuanya berakhlak mulia. Jangan hanya menjadi orang alim, tapi jadilah orang yang berakhlakul karimah, jujur, dan adil,” pesannya di hadapan para siswa.
Ia juga mengingatkan pentingnya ta’dhimul ‘ilmi, yakni menghormati guru dan ahli ilmu, sebagai kunci keberkahan dalam menuntut ilmu.
Salah satu siswi SMP Al-Madina, Kalila Princess Madinah, mengaku baru pertama kali mengunjungi Pesantren Tebuireng. Ia merasa terkesan dengan ramainya kawasan maqbarah Tebuireng.
Baca Juga: Perkuat Pendidikan Aswaja, LPM MWC NU Gresik Silaturahmi ke Tebuireng
“Awalnya saya kira tidak seramai ini seperti di media sosial. Semoga kami bisa lulus bersama dan diberi kelancaran menghadapi ujian, apalagi sebentar lagi ada TKA untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Diketahui, Pesantren Tebuireng menjadi tujuan pertama dalam rangkaian rihlah rombongan SMP Al-Madina Wonosobo. Selanjutnya, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Madura dan mengakhiri agenda rihlah pada 22 Desember 2025.
Pewarta: Helfi Livia Putri
Editor: Rara Zarary


















