Pererat Silaturahmi PHBI Tanah Laut Kunjungi Pesantren Tebuireng

38
Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan bersama Mudir Pesantren Tebuireng (foto: fatih)

Tebuireng.online— Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah dan menggali nilai-nilai keislaman yang berkembang di lingkungan pesantren, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, melaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Kunjungan Studi Tiru ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Ahad (2/11/2025).

Kunjungan ini diikuti oleh jajaran panitia PHBI, perwakilan lembaga keagamaan Tanah Laut, serta disambut hangat oleh keluarga besar Pesantren Tebuireng dan para masyaikh. Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan studi tiru yang telah dilaksanakan selama beberapa hari sebelumnya ke berbagai pesantren besar di Jawa Timur, seperti Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Baca Juga: Rombongan Kirab Resolusi Jihad Berziarah ke Pesantren Tebuireng

Rombongan tiba di kompleks Pesantren Tebuireng pada pagi hari dan disambut secara resmi oleh Mudir I Pesantren Tebuireng, Ir. KH. Abdul Ghofar, mewakili pengasuh pesantren. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kedatangan rombongan PHBI Tanah Laut yang telah menempuh perjalanan jauh dari Kalimantan Selatan demi mempererat silaturahmi dan memperdalam wawasan keislaman.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan saudara-saudara dari Tanah Laut. Semoga kegiatan ini menjadi sarana untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat semangat keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar KH. Abdul Ghofar.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Musyawarah Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan di ruang pertemuan gedung Yusuf Hasyim Tebuireng

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sistem pendidikan di Pesantren Tebuireng oleh beberapa mudir, yakni H. Lukman Hakim, Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I., dan Gus Mughni. Mereka menjelaskan tentang manajemen administrasi, kurikulum pendidikan, hingga pola keseharian santri di pesantren yang telah lama menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Para peserta kunjungan tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak di antara mereka yang menaruh perhatian pada model integrasi antara pendidikan formal dan nonformal di Pesantren Tebuireng, serta bagaimana nilai-nilai tradisi pesantren mampu berjalan berdampingan dengan tuntutan modernisasi pendidikan Islam.

Baca Juga: Kunjungan Belajar Mahasiswa Bandung ke Pesantren Tebuireng

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia PHBI Kabupaten Tanah Laut, H. Jaelani, Lc., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini merupakan upaya untuk menggali sistem dan nilai-nilai yang diterapkan di pesantren sebagai inspirasi bagi pengembangan lembaga keagamaan di Tanah Laut.

“Kegiatan ini kami adakan untuk menggali hal-hal yang berkaitan dengan dunia pesantren. Sebagian besar dari kami adalah alumni pesantren, sehingga kami merasa perlu kembali belajar dan menimba pengalaman langsung dari lembaga-lembaga pesantren besar seperti Tebuireng. Harapan kami, nilai-nilai dan sistem yang baik dari pesantren dapat kami terapkan di Tanah Laut,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Jaelani menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting sebagai pilar penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, sekaligus menjadi benteng moral bagi generasi muda. Menurutnya, pembelajaran langsung dari pesantren besar di Jawa Timur memberikan pemahaman nyata tentang bagaimana lembaga keagamaan dapat beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan ruh keilmuannya.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, acara ditutup dengan doa bersama dan ziarah ke Maqbarah Muassis Pondok Pesantren Tebuireng, tempat dimakamkannya pendiri pesantren, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang juga pendiri Nahdlatul Ulama. Momen tersebut menjadi penutup yang khidmat dari rangkaian kegiatan studi tiru, sekaligus refleksi spiritual bagi seluruh peserta.



Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Rara Zarary