
Tebuireng.online— PT Garam gelar Buka Bersama di Pondok Pesantren Tebuireng pada Rabu (4/3). Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim ini dihadiri oleh jajaran direksi PT Garam, Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jajaran Mudir serta ratusan santri Pesantren Tebuireng.
Kegiatan diawali dengan beberapa sambutan. sambutan pertama dari Direktur Operasi dan Pengembangan PT Garam, Syaifuddin, menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi atau safari ramadan, melainkan upaya untuk mendapatkan taujih atau arahan serta doa dari para Kiai.
Baca Juga: KKP dan PT Garam Salurkan 1 Ton Ikan dan 2 Ton Garam ke Pesantren Tebuireng
“Kami datang berharap mendapat arahan dan doa. Karena sesungguhnya usaha adalah bagian dari ikhtiar dan doa adalah hal yang paling menentukan,” ucap Syaifuddin di hadapan para hadirin.
Beliau juga berharap agar kegiatan ini dapat terjalin kolaborasi baik dalam pengembangan SDM santri ataupun penguatan spiritual karyawan PT Garam.
“Kami memberikan kesempatan magang kepada santri terutama mahasiswa. PT Garam membuka pintu bagi santri untuk melihat langsung proses produksi garam dan bisa juga berkolaborasi dalam pelatihan SDM PT Garam untuk memberikan penguatan spiritual karyawan kami,” harap Direktur Operasi dan Pengembangan PT Garam itu.

Selanjutnya, sambutan Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul hakim Machfudz atau Gus Kikin yang menjelaskan Pesantren Tebuireng selalu terbuka pada hal-hal baru atau ilmu baru yang bermanfaat sesuai prinsip Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah yaitu mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil inovasi baru yang lebih baik.
Baca Juga: Menteri Kelautan Beri Bantuan Produk Ikan ke Tebuireng
“Karena di sini yang diikuti paham Ahlussunnah wal jamaaah, jadi harus mempertahankan ilmu-ilmu lama yang baik dan mengambil ilmu baru yang baik pula. Kemudian karena perkembangan zaman, santri tidak hanya dibekali ilmu agama saja tetapi diberikan juga ilmu-ilmu umum dan juga kemasyarakatan,” ungkap Pengasuh Pesantren Tebuireng.
Akhir sambutan, Gus Kikin mendukung atas kontribusi dan kolaborasi PT Garam. “Monggo, nanti kolaborasi dan kontribusi apa yang dapat dilakukan di sini, ke depannya kita harus bersama-sama saling mendukung karena ini bagian daripada kita membangun kebersamaan dan ukhuwah,” ungkap Gus Kikin.
Lebih lanjut, dalam sesi tausiyah, Mudir V Pesantren Tebuireng, Dr. KH. Ahmad Roziqi memberikan perumpamaan menarik mengenai korelasi antara garam dan santri.
“Kalau kata Kiai Syansuri Badawi, Jadilah manusia seperti garam, selalu menjadi penyedap di setiap masakan meskipun sedikit. Jadi, santri harus menjadi seperti garam yang selalu memberikan manfaat di mana pu berada walaupun sedikit,” ucap Kiai yang sering disapa Kiai Roziqi itu.
Baca Juga: LSPT Memperluas Bantuan untuk Masyarakat
Selain itu, Kiai Roziqi mengutip kitab Adabul alim wal muta’allim karya Hadratussyaikh Hasyim asy’ari, beliau menjelaskan bahwa proporsi ilmu dan adab ibarat garam dan adonan. “Adab harus menjadi porsi yang lebih besar dari pada ilmu, sebagimana adonan yang membutuhkan garam dalam takara yang pas agar memberikan rasa yang enak,” Jelas Mudir V itu.
Kegiatan ditutup dengan pemberian garam secara simbolik kepada santri dan buka puasa bersama.
Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Rara Zarary


















