Selama Ramadan, Tebuireng Media Group Kaji Al-Qanun Al-Asasi Karya Hadratussyaikh

66
Aktivitas pengajian di kantor media Tebuireng bersama tim dan masyarakat sekitar (foto: tmg1)

Tebuireng.online— Tim Tebuireng Media Group menggelar ngaji kilatan Ramadan dengan mengkaji kitab karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari berjudul Al-Qanun Al-Asasi. Kegiatan ini dilaksanakan setiap sore hari mulai 19 Februari hingga 8 Maret 2026 di kantor Tebuireng Media Group (TMG). Pengajian berlangsung pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, diikuti sekitar 30 peserta dari unsur tim media dan umum, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Tebuireng Official dan Majalah Tebuireng.

Pemimpin Redaksi Majalah Tebuireng, M. Syahrul Ramadhan, menjelaskan bahwa program ngaji kilatan ini merupakan pengembangan dari kegiatan literasi yang biasa dijalankan redaksi di luar Ramadan. “Di luar Ramadan, Majalah Tebuireng punya program Sekolah Membaca dengan aneka model aktivitasnya. Saat Ramadan, program ini saya arahkan untuk dilakukan dalam bentuk ngaji harian,” ujarnya.

Baca Juga: Menggali Muqaddimah Qanun Asasi sebagai Kerangka Berpikir Keislaman

Ia menuturkan bahwa gagasan program ini berasal dari dirinya selaku pimpinan redaksi yang kemudian menginstruksikan bagian Pengembangan SDM Tebuireng Media Group untuk merencanakan dan merealisasikan kegiatan tersebut. Konsep pengajian dikemas dengan qori yang bergantian setiap dua hari.

“Pencetusnya mungkin saya, selaku pimpinan redaksi, yang menginstruksikan bagian Pengembangan SDM Majalah Tebuireng untuk merencanakan dan merealisasikan,” katanya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Seluruh qori yang mengisi ngaji kilatan berasal dari internal Tebuireng Media Group. Menurutnya, pemilihan tersebut bertujuan untuk mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan TMG sekaligus menunjukkan kompetensi literasi Islam yang dimiliki.

“Qori adalah orang-orang di TMG sendiri. Ini dipilih untuk mengenalkan dan merekatkan ikatan kekeluargaan sesama TMG, sekaligus show up ke khalayak luas bahwa TMG berisi orang-orang yang kompeten literasi Islamnya,” jelasnya.

Baca Juga: Tebuireng Institute Bedah Urgensi Al-Qānūn Al-Asāsī untuk Masa Depan NU

Pengajian kitab Al-Qanun Al-Asasi di kantor Media Tebuireng (foto: tmg2)

Terkait pemilihan kitab, Ustadz Syahrul Ramadhan menegaskan bahwa Al-Qanun Al-Asasi dipilih karena memiliki posisi yang sangat mendasar bagi kalangan pesantren. “Qanun Asasi ini basis banget untuk diketahui kalangan pesantren. Kitab ini bisa dikatakan masih baru beredar di generasi kita karena sebelumnya berupa manuskrip. Maka, TMG perlu menjadi salah satu pihak yang mengaji kitab ini agar khazanah kita bertambah luas dan mendalam terkait jati diri kita sebagai NU dan pesantren,” tuturnya.

Ia berharap, melalui ngaji kilatan ini, kekompakan internal Media Group Tebuireng semakin kuat dan nilai Ramadan semakin bermakna. “Harapannya TMG bisa semakin rekat, Ramadan bisa makin banyak pahala, dan wawasan kita semakin bagus,” ujarnya.

Baca Juga: Gus Kikin Telusuri Akar Al-Qānūn Al-Asāsī

Ia juga menilai pelaksanaan tahun ini cukup semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini sementara bisa dikatakan ramai. Mungkin karena konsep qori yang bergantian sehingga menimbulkan semangat tersendiri. Kesan saya, ternyata teman-teman TMG tinggi semangat ngajinya dan para senior mau mbalah kitab seperti ini. Itu keren,” katanya.

Antusiasme peserta turut terlihat dari tanggapan Nabila Inayatul Hayya, peserta dari warga sekitar, mengaku pengajian ini memberikan pengalaman baru baginya. “Pengajiannya seru dan jadi hal baru buat saya dalam mengkaji kitab Hadratussyaikh, karena dulu di pondok yang dikaji masih sebatas basic,” ungkapnya.

Sementara itu, Sulis Fitria Ningrum menyampaikan bahwa dirinya mengetahui informasi ngaji kilatan ini dari media sosial Tebuireng Online. “Saya dapat info dari akun media sosial Tebuireng Online, lalu DM ke akunnya. Ternyata masih ada kuota, jadi kami berangkat. Semoga setelah pengajian ini benar-benar bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga: Gus Rijal Tegaskan Pentingnya Kembali ke Ruh Qanun Asasi

Ngaji kilatan Ramadan ini diisi oleh sembilan qori dengan jadwal bergantian setiap dua hari, yakni Dr. KH. Mohammad Anang Firdaus, SA., M.Pd, Kiai Yayan Musthofa, Cak Septian Pribad, Ustadz Abror Rosyidin, M.Pd, Ustadz H. Rizki Syahrul Ramadhan, S.H., M.Ag, Ustadz Abdillah Afabih, SA., M.H, Ustadz Wulida Ainur Rofiq, M.H, Ustadz M. Sutan Alam Budi, S.Ag, dan Ustadz Viki Junianto, M.H.U.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary