
Tebuireng.online— Ratusan santri dan guru memeriahkan pagelaran seni tahunan Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari bertajuk Mhafest Ascendia, Kamis (13/11/2025) di halaman madrasah. Acara yang digelar oleh Makhis Asasunnajah Media Khidmah Santri Mu’allimin ini menampilkan beragam pertunjukan seni hasil kreasi para santri, mulai dari barongan, harimau jawa, drama, hingga tarian.
Ketua Umum Makhis, Adam Yulianson, menjelaskan bahwa Mhafest menjadi ruang bagi santri untuk berekspresi tanpa batas. “Santri diberi kebebasan penuh untuk menampilkan kreativitasnya, baik drama maupun pertunjukan lainnya,” ujarnya.
Adam menerangkan bahwa tema Ascendia dipilih sebagai doa dan harapan. “Ascendia bermakna naik, maju, dan sukses. Ini menjadi doa agar seluruh karya, ide, dan perjuangan yang lahir di Mhafest terus berkembang dan memberi manfaat. Setiap langkah kecil adalah pijakan menuju puncak,” jelasnya.
Baca Juga: Santri Muallimin Tebuireng Hidupkan Kembali Tradisi Bahtsul Masail
Ia menambahkan, Mhafest Ascendia tahun ini mengusung perpaduan budaya Jepang dan Indonesia. Figur Phoenix (Hōō) mewakili unsur budaya Jepang, sementara motif batik menjadi simbol akar budaya Indonesia.
“Perpaduan ini mencerminkan bahwa seni tidak terbatas ruang, dan dapat menyatukan dua budaya berbeda menjadi harmoni yang indah,” katanya. Filosofi Phoenix yang bangkit dari api juga dinilai relevan sebagai simbol harapan baru dan semangat pantang menyerah bagi para santri.
Cerita menarik datang dari salah satu peserta, Salaf Al Hakim, santri kelas 5 yang membawakan pertunjukan Barongan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan tim menjalani latihan intensif selama tiga minggu hingga satu bulan sebelum tampil.
Baca Juga: Santri Muallimin Tebuireng Hidupkan Kembali Tradisi Bahtsul Masail
“Saat tampil, perasaan campur aduk, tegang, takut salah,” tuturnya. Meski begitu, Salaf mengaku puas dengan penampilannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada madrasah yang terus mendukung pelestarian budaya. Salaf berharap Mhafest tahun-tahun berikutnya dapat terselenggara lebih meriah. “Harapannya, Mhafest yang akan datang semakin seru dan spektakuler,” pungkasnya.
Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary


















