MASTASIB 2026, Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari Tanamkan Adab dan Semangat Menjadi Kader Ulama

10
Santri baru Unit Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang (foto: dimas)

Tebuireng.Online— Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari menggelar kegiatan Masa Ta’aruf Santri Baru (MASTASIB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema “Menjaga Tradisi, Menguatkan Integrasi, dan Melahirkan Prestasi.” Kegiatan yang berlangsung di Mushala Muallimin, yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Juli 2026.

MASTASIB menjadi agenda awal bagi para santri baru untuk mengenal lingkungan madrasah, budaya pesantren, serta nilai-nilai yang menjadi dasar pendidikan di Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti oleh 98 santri baru.

Baca Juga: Bangun Kesalehan Ekologis, Pemateri MOSBA Trensains Ajak Santri Baru Rawat Lingkungan

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari, Ustadz Shobirin, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh santri baru. Ia menegaskan bahwa para santri yang memilih menempuh pendidikan di Muallimin dipersiapkan sebagai kader-kader ulama penerus perjuangan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

“Saya sampaikan kepada semua santri baru. Pertama, kami ucapkan selamat datang tentunya di Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari. Kalian lah kader-kader ulama.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia menjelaskan bahwa Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari merupakan satu-satunya unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng yang menitikberatkan pembelajaran pada pendalaman kitab kuning. Sekitar 98 persen kurikulum madrasah berfokus pada kajian turats sebagai bekal utama mencetak calon ulama.

Baca Juga: Di Hadapan Wali Santri, Pondok Putri Tebuireng Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Mengaji

Karena itu, menurutnya, setiap santri harus memiliki kecintaan terhadap ilmu sekaligus membangun adab sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu.

“Oleh karena itu, sebagai kader-kader ulama, kami mengajak juga kepada semua santri baru untuk pertama mencintai ilmu, yang kedua menata adab, karena di Tebuireng adab dulu baru ilmu.”

Selain menanamkan pentingnya adab, Ustadz Shobirin juga mengingatkan para santri agar meluruskan niat sejak awal menempuh pendidikan di Muallimin. Menurutnya, niat yang benar akan menjadi bekal penting dalam proses belajar dan perjuangan menjadi penerus ulama.

“Kami mengajak semua santri baru untuk meluruskan niat, untuk menata niat, bahwa di Muallimin Hasyim Asy’ari ini adalah kita untuk mencari ilmu, kita untuk mematangkan bahwa kita adalah kader-kader para penerus ulama, kader-kader Hadratussyaikh Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari.”

Ia berharap pesan-pesan tersebut mampu membuka hati para santri sehingga lebih mudah menerima ilmu dan menjalani proses pendidikan selama berada di Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari.

Baca Juga: Tebuireng Tutup MOSBA-MPLS dengan Nuansa Harmoni Agama dan Sains

“Nah, itu yang tadi saya sampaikan kepada anak-anak karena sebagai modal agar dibukakannya hati anak-anak untuk dipermudah menerima ilmu di Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari.”

Melalui penyelenggaraan MASTASIB 2026, Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari berupaya membangun karakter santri sejak hari pertama dengan menanamkan nilai keilmuan, adab, serta semangat melanjutkan tradisi keilmuan pesantren sebagai kader ulama yang berintegritas dan berprestasi.