
Tebuireng.online— Di tengah ketatnya persaingan antar pesantren, satu nama dari Madrasah Mu’allimin Tebuireng berhasil mencuri perhatian di panggung nasional. Aflah Labib Tajuzzaman, santri kelas 3 Madrasah Mu’allimin sukses meraih juara 1 dalam ajang Musabaqoh Qiro’atil Kutub (MQK) cabang Matn Taqrib pada gelaran MBI BIG FAIR yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
MBI BIG FAIR merupakan event tahunan yang digelar di lingkungan Madrasah Bertaraf Internasional Amanatul Ummah Pacet. Ajang ini diikuti oleh berbagai pondok pesantren besar di Pulau Jawa, sehingga menjadi salah satu kompetisi yang cukup bergengsi bagi para santri untuk menguji kemampuan mereka.
Baca Juga: Santri Muallimin Tebuireng Hidupkan Kembali Tradisi Bahtsul Masail
Ustadz Shobirin salah satu guru Mu’allimin, menjelaskan bahwa proses mengikuti lomba dimulai dari tahap pendaftaran hingga pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap.
“Proses pendaftaran dari awal melalui online, untuk lomba dilakukan secara offline,” jelasnya saat diwawancarai, Selasa (21/4).
Sebelum berangkat ke lokasi perlombaan, pihak madrasah terlebih dahulu melakukan seleksi peserta. Santri yang terpilih kemudian mendapatkan pembinaan khusus melalui latihan rutin dan tambahan materi di luar jam pelajaran.
“Setelah kita pastikan siapa anak yang akan kita ikutkan, selanjutnya anak-anak itu kita haruskan untuk mengikuti latihan-latihan yang didampingi oleh salah satu guru yang kita tunjuk agar mendapatkan materi tambahan di luar kelas,” ujar Ustadz Shobirin.
Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan dalam lomba ini bukan semata soal kemenangan, melainkan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan santri sekaligus menambah pengalaman.
Baca Juga: Santri Muallimin Juara 2 Musabaqoh Qiroatul Kutub tingkat Provinsi
“Manfaatnya selain anak-anak mendapatkan pengalaman juga agar nama kita semakin dikenal. Kita ikuti lomba ini agar kita tahu sejauh mana kemampuan anak-anak ketika dibandingkan dengan santri yang lain,” ungkapnya.
Atas capaian tersebut, rasa syukur dan bahagia pun dirasakan oleh para guru. Menurut Ustadz Shobirin, keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan.
“Sangat senang sekali, dengan perjuangan anak-anak yang semangat mengikuti semua proses dan akhirnya mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya.
Ia pun berharap capaian ini dapat menjadi pemicu lahirnya generasi unggul berikutnya di Mu’allimin. “Kami berharap, terus muncul bibit-bibit unggul dari Mu’allimin sebagai proses kaderisasi,” tambahnya.
Baca Juga: Santri Muallimin Raih Juara 2 Turnamen Futsal se-Jawa Timur
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















