
Tebuireng.online— Siswi SMA Trensains Tebuireng, Azra Aqila Yusni siswi berhasil mengharumkan nama almamater melalui ajang Asia World Model United Nations (AWMUN) yang digelar di Seoul, Korea Selatan. Acara ini berlangsung pada 16–20 April 2026 di Grand Swiss Hotel, Seoul, Korea Selatan, dan diselenggarakan oleh International Global Network. Kegiatan AWMUN sendiri merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana para delegasi dari berbagai negara berperan sebagai perwakilan suatu negara dan membahas isu-isu global yang telah ditentukan oleh penyelenggara.
Baca Juga: Raih 3 Medali di Ajang Berbeda, Siswa Ini Harumkan Nama SMA Trensains Tebuireng
Siswi kelas XI Sains 8 itu mengungkapkan, bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini dilatarbelakangi oleh cita-citanya menjadi seorang diplomat. Baginya, AWMUN menjadi langkah awal untuk memahami dunia diplomasi secara nyata.
“Saya mengikuti AWMUN karena ingin menjadi diplomat, dan di sinilah simulasi menjadi diplomat itu dimulai. Selain itu, ini adalah pengalaman yang sangat tidak ternilai karena saya bisa bertemu dengan banyak teman dari berbagai negara,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan seluler, Selasa (21/4).
Baca Juga: Dua Tim Riset SMA Trensains Tebuireng Sabet Honorable Mention di Kompetisi Sains Nasional

Dalam ajang tersebut, Azra tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Delegate, yang setara dengan juara dua. Ia mewakili Armenia dan memperoleh total skor tinggi sebesar 92,50 berdasarkan berbagai aspek penilaian.
“Kalau dari sudut pandang saya, mungkin karena saya cukup aktif selama sidang, sering mengajukan motion, aktif dalam speech, serta menjadi sponsor atau leader dari bloc. Tapi tentu penilaian sepenuhnya ada di tangan chair dan co-chair,” jelasnya.
Baca Juga: Dua Tim Riset SMA Trensains Tebuireng Sabet Honorable Mention di Kompetisi Sains Nasional
Penilaian dalam AWMUN mencakup beberapa aspek, di antaranya pemahaman terhadap posisi negara, kepatuhan terhadap aturan sidang dan sikap diplomatis, kemampuan berbicara, serta inisiatif dan ide yang disampaikan. Azra berhasil menunjukkan performa yang konsisten di setiap aspek tersebut.
Lebih dari sekadar prestasi, Azra merasakan banyak manfaat dari keikutsertaannya dalam ajang internasional ini. Ia mengaku mendapatkan pengalaman yang tidak semua pelajar seusianya miliki, sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan bahasa Inggris.
“Acara ini melatih bagaimana kita bersikap ketika ada perbedaan pandangan, bagaimana semua delegasi bisa merasa didengarkan, serta meningkatkan kemampuan speaking dan writing dalam bahasa Inggris,” katanya.
Ia juga membagikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Rasanya wonderful, sangat memorable dan berkesan,” tuturnya singkat.
Ke depan, Azra berkomitmen untuk terus mengembangkan diri, khususnya dalam bidang geopolitik dan hubungan internasional.
Baca Juga: Siswa SMA Trensains Tebuireng Juara 1 Business Plan Muamalah Festival 2025
“Saya ingin terus memperdalam ilmu yang berkaitan dengan geopolitik dan hubungan internasional, serta mempertahankan dan meningkatkan kemampuan yang sudah saya miliki,” imbuhnya.

Prestasi yang diraih Azra turut mendapat apresiasi penuh dari orang tuanya. Sang ibu, Shinta Anggraeny Rachmawati, mengaku bangga dan terharu atas pencapaian putrinya. “Saya pastinya bangga dan terharu karena Azra bisa tampil dengan baik di kancah internasional,” ungkapnya.
Baca Juga: 10 Siswi SMA Trensains Tebuireng Raih Prestasi IMOYA 2025 di Singapura
Ia juga menegaskan bahwa keluarga selalu memberikan dukungan penuh terhadap setiap usaha yang dilakukan Azra. “Kami selalu mendukung, baik dalam bentuk coaching, penyediaan materi, informasi yang dibutuhkan, dan tentu saja doa,” ujarnya.
Sebagai penutup, ia berharap pencapaian ini bukan menjadi akhir, melainkan awal dari perjalanan besar Azra di masa depan. “Ini bukan akhir dari pencapaiannya, tetapi menjadi pembuka jalan untuk meraih impiannya di luar negeri. Karena memang cita-citanya untuk menjadi diplomat sangat kuat,” pungkasnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















