Sajikan Diskusi Bulanan, Mahasantri Beasiswa BAZNAS Ma’had Aly Tebuireng Bahas Pentingnya Kolaborasi

40
Dalam upaya mengasah intelektualitas sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan, mahasantri penerima Beasiswa BAZNAS di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menggelar diskusi rutin bulanan pada Kamis (23/7/2026).

Tebuireng.online- Dalam upaya mengasah intelektualitas sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan, mahasantri penerima Beasiswa BAZNAS di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menggelar diskusi rutin bulanan pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng ini diikuti oleh 20 penerima Beasiswa BAZNAS. Diskusi tersebut menghadirkan Dr. H. M. Anang Firdaus sebagai pembimbing.

Ketua BAZNAS Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Ustadz Ainun Na’im, menjelaskan bahwa forum diskusi ini merupakan program pengembangan mandiri di luar program wajib dari BAZNAS Pusat. Wadah ini dirancang agar para awardee dapat saling bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta melatih kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu sosial.

“Selain program wajib dari BAZNAS Pusat, diskusi ini menjadi wadah bagi para awardee untuk bertukar pikiran secara aktif. Tema yang diangkat merupakan isu relevan yang kelak akan mereka hadapi ketika terjun di tengah masyarakat,” ujar Ainun, Kamis.

Pada edisi Juli 2026, diskusi mengangkat tema “Urgensi Kolaborasi dan Kerja Kelompok (Teamwork)”. Tema ini dipilih mengingat kemampuan bekerja sama merupakan salah satu kompetensi krusial dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ainun menegaskan, tidak ada individu yang dapat mencapai tujuan secara optimal tanpa adanya dukungan dari orang lain. Ia pun mengaitkan pentingnya kolaborasi dengan prinsip ta’awun (saling tolong-menolong) dalam Islam.

Pandangan ini sejalan dengan pendapat Andri Gunawan yang menyebut ta’awun sebagai fondasi utama organisasi dalam membangun kerja sama demi mencapai tujuan bersama.

Lebih lanjut, Ainun menjelaskan bahwa konsep kolaborasi sejatinya selaras dengan ajaran Islam yang mengibaratkan sesama mukmin seperti satu bangunan yang saling menguatkan.

Tak hanya secara teoritis, nilai kerja sama tim juga diteladankan oleh Rasulullah SAW saat peristiwa hijrah ke Madinah. Kala itu, pembagian peran dan tanggung jawab kepada para sahabat dilakukan sesuai kompetensi masing-masing, sehingga proses hijrah berjalan efektif dan terorganisasi.

Melalui forum ini, para penerima Beasiswa BAZNAS diharapkan dapat menerapkan konsep kolaborasi tersebut dalam berorganisasi maupun mengabdi kepada masyarakat.

“Harapan kami, diskusi bulanan ini menjadi langkah awal sebelum terjun ke masyarakat. Hasil diskusi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi mampu melahirkan solusi inovatif dalam tata kelola organisasi dan kehidupan sosial,” pungkas Ainun.


Pewarta: Fatih M

Editor: Sutan