Ruang-ruang Kebahagiaan

73
Ilustrasi melukis kebahagiaan (sumber: superradio)

Bahagia yang Pernah Ada
Aku pernah mengenal bahagia
Tapi ia singgah seperti senja
Indah, lalu pamit tanpa suara

Kini, setiap tawa
Selalu menyisakan rindu
Pada hari-hari
Saat hatiku belum belajar kecewa

Bahagia itu nyata
Hanya saja
Tak semua ditakdirkan lama


Kebahagiaan yang Kupelajari dari Luka
Aku tidak menemukan bahagia
Dalam tawa yang riuh
Melainkan di sunyi
Yang memelukku saat runtuh

Luka mengajariku sabar
Kehilangan mengajariku ikhlas
Dan dari sana
Bahagia tumbuh perlahan
Tanpa janji, tanpa pesta

Ia sederhana
Cukup membuatku kuat
Untuk bangun kembali


Tentang Bahagia yang Kutenangkan
Bahagia
Kini tak lagi kuteriakkan
Aku menyimpannya pelan
Agar tak mudah hilang

Ia hadir
Di doa yang kupanjatkan diam-diam
Di air mata
Yang jatuh tanpa saksi

Jika suatu hari aku tersenyum
Itu bukan karena hidup baik-baik saja
Melainkan karena
Aku telah berdamai
Dengan semua yang tak bisa kumilik



Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online