KH. Azaim Ibrahimy Pimpin Napak Tilas Isyarah Pendirian NU

123
Kiai Azaim dalam perjalanan napak tilas tongkat dan tasbih ke Pesantren Tebuireng (foto: alfa/irsyad)

Tebuireng.online— KH. Azaim Ibrahimy, dzurriyah KH. Raden As’ad Syamsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, memimpin langsung rombongan Napak Tilas Isyarah Pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dengan membawa replika tongkat dan tasbih, yang tiba di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Ahad (4/1/2026).

Kedatangan KH. Azaim Ibrahimy disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz. Perjalanan sejarah ini, meniru langkah KH. Raden As’ad Syamsul Arifin yang dahulu membawa tongkat dan tasbih dari Bangkalan (Madura) untuk diserahkan kepada Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari sebagai isyarah persetujuan Syaikhona KH. Cholil Bangkalan atas berdirinya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Ribuan Jamaah Ikuti Napak Tilas Isyarah Pendirian NU

Usai prosesi penyerahan replika tongkat dan tasbih yang dikalungkan kepada KH. Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin), KH. Azaim Ibrahimy melanjutkan ziarah ke makam para masyaikh Pesantren Tebuireng. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan kisah perjalanan panjang Napak Tilas yang telah ditempuh bersama rombongan.

“Kami bersama sekitar 1.200 peserta Napak Tilas, setelah menerima replika tongkat dan tasbih dari dzurriyah Syaikhona Muhammad Cholil Bangkalan, yakni Raden Kiai Haji Fachrudin, langsung berangkat menuju Kamal, Bangkalan, dengan jarak tempuh kurang lebih 18 kilometer,” ujar KH. Azaim Ibrahimy.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Setibanya di posko peristirahatan, rombongan melanjutkan perjalanan melalui jalur laut.

“Setelah beristirahat di posko, kami bersiap menyeberang menggunakan perahu. Sekitar 42 perahu kami naiki, sementara peserta lainnya menggunakan kapal feri. Selain peserta resmi, terdapat pula simpatisan yang mengikuti secara mandiri dengan kendaraan pribadi,” jelasnya.

Kiai Azaim Ibrahimy menambahkan bahwa setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, rombongan mendapat sambutan hangat dari sejumlah tokoh.

“Alhamdulillah, saat tiba di Pelabuhan Perak, kami mendapatkan sambutan yang cukup hangat dari beberapa tokoh,” ungkapnya.

Saat rombongan tiba di Pesantren Tebuireng Jombang (foto: irsyad)

Di Kota Surabaya, rombongan tidak hanya singgah, tetapi juga melaksanakan ziarah ke Makam Raden Rahmatullah Sunan Ampel. Setelah rehat sejenak, rombongan melaksanakan tahlil dan tawasul, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kantor PCNU Surabaya. Selain disambut oleh jajaran Pengurus Cabang NU Surabaya, rombongan juga mendapat sambutan langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Pesantren Tebuireng Jadi Pemberhentian Terakhir Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama

Pada pukul 16.10 WIB, KH. Azaim Ibrahimy bersama rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Gubeng menuju Kabupaten Jombang. Setibanya di Stasiun Jombang, rombongan mendapat sambutan dari Bupati Jombang, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pesantren Tebuireng hingga malam hari.

Menutup keterangannya, KH. Azaim Ibrahimy menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Napak Tilas Isyarah Pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Kami mengucapkan jazakumullahu ahsanal jaza’. Letih, lelah, dan seluruh pengorbanan tenaga serta pikiran yang kami rasakan masih belum seberapa jika dibandingkan dengan perjalanan dan perjuangan sesungguhnya yang telah ditempuh oleh Hadratul Marhum Kiai Raden As’ad Syamsul Arifin,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan di Pesantren Tebuireng ditutup dengan ziarah ke makam para masyaikh Tebuireng, tahlil, serta doa bersama. Napak Tilas Isyarah Pendirian NU ini digelar sebagai bagian dari peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (1926–2026), sekaligus meneguhkan kembali komitmen NU dalam menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary