Puisi Teladan dari Rumah Ulama

92
Ilustrasi youtube tebuirengonline

Di sebuah rumah sederhana
di mana lantai-lantainya pernah mendengar
jejak langkah seorang ayah pecinta ilmu
serta seorang ibu yang gigih dalam pengabdian
di sanalah cahaya pertama itu tumbuh

Rumah itu bukan sekadar bangunan
melainkan madrasah keteladanan
tempat Kiai Wahid Hasyim menyalakan gagasan
bersama Nyai Sholihah sutera ketabahan
di tangan dan hatinya, anak-anak dibesarkan
dengan doa yang lirih
dengan keteladanan yang lebih fasih
dari seribu nasihat

Dari rumah itu, cahaya tidak hanya tinggal,
tetapi mengalir, melintas ke halaman sejarah.
cahaya yang membuat setiap anak paham
bahwa menjadi besar bukanlah soal nama,
melainkan tentang adab, keberanian,
dan kesetiaan pada nilai-nilai yang dijaga
dengan darah, dengan sabar, dengan cinta.

Dan hari ini,
ketika kita menoleh ke arah rumah kecil itu,
kita melihat dua sosok:
seorang ayah yang memikul amanat negeri,
seorang ibu memeluk penuh cinta ke ulu hati
keduanya saling menguatkan
dua sisi doa saling menyempurnakan

Di sanalah teladan itu dilahirkan.
bahwa keluarga bisa menjadi sekolah terbaik
ketika dua insan saling mengajarkan
arti menjadi hamba, orang tua, dan manusia.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Rumah itu mungkin kini lebih sunyi
namun warisannya tidak pernah padam
terus hidup
di langkah putra-putrinya,
di ingatan para santri,
dan di hati siapa saja
yang percaya bahwa teladan terbesar
sering lahir dari rumah paling hening

rumah para ulama,
rumah yang pernah dan akan terus menjadi cahaya bagi dunia

dari sebuah buku Teladan dari Rumah Ulama



Pewarta: Munawara, M.I.Kom

Editor: Rara Zarary