Puisi-puisi Penjaga Peradaban

279
Ilustrasi sebuah puisi tokoh

Penjelajah Ibnu Batutah
Ia menelusuri jalan-jalan ketakjuban
Kompas yang menari di jejak peradaban
Membaca arah mata angin kelembutan
Menyulam peta-peta, terhampar samudra kehidupan

Ibnu Batutah
Namamu menggema di negeri-negeri asing
Mengalirkan jejak kisah para pribumi
Engkau menyeberangi lautan ilmu
Tandusnya gurun-gurun perjalanan itu

Setiap kota yang engkau singgahi
Mengambil bait-bait makna perjalanan
Lembaran buku menjelma catatan ilmu
Membuahkan hasil-hasil yang manis dan segar

Engkau merantau tiga puluh tahun
Tak kenal lelah sebagai penjelajah
Mengitari panasnya matahari yang menyapa
Dan disentuh angin dingin di malam yang tenang

Jejakmu membekas di persinggahan
Catatan sejarah terukir namamu
Bahwa setiap perjalanan, menuju pengetahuan
Setiap langkah kaki, setiap perjumpaan akan ilmu


Samudra Ilmu Imam asy-Syafi’i
Waktu berputar, menyisakan kisah
Engkau berdiri laksana matahari menolak padam
Menyulam hukum-hukum kebenaran dari cahaya
Menyatukan adab dan akal di setiap nafas keluar

Kata-katamu mengeluarkan mutiara indah
Menjadi penyembuh diri, menuju kebangkitan
Mengalirkan air murni dengan derasnya lembut
Membasuh jiwa-jiwa dilanda risau

Engkau samudra ilmu
Perahumu berlayar menembus ombak-ombak perjuangan
Layar terbuat dari kain-kain kesabaran
Talinya dari sumber-sumber kegigihan
Arah angin menyambutmu penuh gembira

Bait-bait syairmu menempuh gelora hati
Menjadi taman-taman tumbuh bunga mekar
Burung-burung berkicau mencari impian
Hingga pulang membawa cahaya kejayaan

Imam asy-Syafi’i
Namamu indah, melekat di tubuhmu
Berbagai ilmu mengantarkanmu ke jalan kemuliaan
Menjadi petunjuk bagi para muslimin
Mengubah jiwa-jiwa gelap jadi benderang

Kini dunia masih mengenalmu
Walau engkau telah tiada
Karya-karyamu bertebaran di muka bumi
Dipelajari, ditelaah, dilaksanakan dalam kehidupan


Cahaya Imam al-Ghazali
Awan putih menebarkan kabut di langit
Bangunan-bangunan menatap alam
Hatimu membawa cahaya kekuatan
Bahwa dunia dan akhirat menuju kepada-Nya

Engkau, Imam al-Ghazali
Laksana mata pena meneteskan tinta hikmah
Menyelam ke samudra pemikiran
Kembali dengan membawa mutiara berharga

Ilmu-ilmu melekat dalam jiwamu
Berkilau di langit malam syahdu
Hingga ke pagi hari menebarkan kasih sayang
Menyingsing tirai kegelapan negeri, memberi pengetahuan ke jalan lurus

Imam al-Ghazali
Engkau tinggalkan singgasana megah
Mencari sunyi menuju Dia Yang Maha Pencipta
Dalam detak jantung memompa jiwa-jiwa keimanan

Engkau menulis Ihya Ulumuddin
Berjilid-jilid mengandung mutiara kehidupan
Mengobati penyakit hati, membasuh kesedihan
Mendekatkan diri, berbenah dalam keseharian

Imam al-Ghazali
Engkau laksana cahaya menjembatani kebaikan
Menghubungkan pemikiran dan cinta kepada-Nya
Menghapus benih-benih prasangka, menumbuhkan baik sangka ke Maha Kuasa

Melalui jejakmu
Kami menemukan hikmah
Meneladani dari kepribadianmu
Karya-karyamu membawa sinar kebaikan



Penulis: Ahmad Norhudlari, Alumnus UIN Antasari Banjarmasin
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online