Tebuireng.online- Momen Idhul Adha 1442 H merupakan kali pertama bagi santriwati Pesantren Salafiyah Syafi’iyah merayakan hari raya di dalam pondok. Untuk menghidupkan malam hari raya Idul Adha, santriwati mengadakan acara gema takbir, acara tersebut diselingi dengan acara bakar-bakar pada Rabu malam, (19/07/202) di samping mushalla.

Dalam kegiatan tersebut pengurus membagi beberapa kelompok untuk dilaksanakan secara bergantian yang dimulai sehabis shalat isya’ hingga shalat subuh. Begitupun dengan bakar-bakar juga dilaksanakan dengan cara bergantian demi terciptanya ketertiban yang teratur dan bisa menjaga-jaga terjadinya keributan antrian.

“Alhamdulillah saya sangat senang bisa ikut takbiran bareng sama teman-teman dan bisa bakar-bakar jagung, sosis lalu dimakan bareng, meskipun saya tidak bisa merayakan Idul Adha bersama keluarga, tetapi cukup dengan bersyukur, saya sudah merasa senang sekali bisa Idul Adha bareng teman-teman,” ungkap Hanifah Safitri, santri baru. Begitupun santri yang lain, tentu mereka juga merasakan hal yang sama.

Pagi harinya, Selasa (20/07/2021) seluruh santriwati melaksanakan shalat Idul Adha berjamaah secara mandiri di masjid pondok. Shalat Idul Adha berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni wajib memakai masker dan menjaga jarak.
Walaupun agak berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana santriwati bisa melaksanakan shalat Idul Adha bersama keluarga di rumah masing-masing. Akan tetapi tidak berkurang rasa bahagia santriwati untuk mengikuti kegiatan di pondok.

Acara shalat Idul Adha berjalan mulai pukul 06.30 WIB. Iman dan khatib shalat Idul Adha langsung dari Putra Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah yakni, Gus Ahmad Nuruddin. Dan yang bertugas menjadi bilal yakni dari pengurus pondok. Acara demi acara berjalan dengan khidmat dan lancar.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta: Almara & Adawiyah

SebelumnyaPondok Putri Tebuireng Gelar Salat Idul Adha Mandiri
BerikutnyaHukum Seputar Darah Perempuan dalam Islam