Endah Pratiwi, Santri Pondok Putri Pesantren Tebuireng.

Oleh: Rafiqatul Anisah*

Berada di pesantren merupakan sebuah pilihan. Berproses, berjuang untuk menuntut ilmu dan membentuk pribadi yang berakhlak. Selain itu, di pesantren pula kita belajar bermasyarakat dan hidup sederhana.

Keberagaman karakter santri yang datang dari berbagai daerah di nusantara mengajak dan melatih kita dalam memiliki sikap toleransi. Dalam beberapa manfaat yang didapatkan di pesantren, menjadikan pesantren sebuah pilihan tepat sebagai investasi akhirat.

Hidup selalu terikat dengan norma yang berlaku, begitu pula dalam kehidupan di pesantren juga terikat oleh peraturan yang wajib ditaati. Oleh sebab itu, penting kiranya untuk mengatur waktu dengan baik. Menyeimbangkan antara kegiatan pesantren dan sekolah agar sama-sama maksimal sehingga mampu mencapai prestasi yang cemerlang.

Endah Pratiwi, santri Pondok Putri Pesantren Tebuireng, asal Sumatera Barat ini berhasil mengikuti tiga kategori wisuda; wisuda Juz ‘Amma, Binnadhor, dan Tahfidzul Hadits (Arba’in Nawawi) pada tahun pertama di pesantren. Ia menjadi santri berprestasi dan merasa bahagia telah memilih belajar di pesantren. Baginya pesantren adalah pilihan tepat baginya dalam membentuk diri dan menimba ilmu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pencapaian Endah tentu tidak mudah, ada banyak hal yang harus ia lalui sebagai proses mencapai titik ini. Tentu pencapaiannya menjadi motivasi buat orang lain dalam hal belajar dan mengatur waktu dengan baik. Berikut hasil wawancara tim tebuireng.online dengan Endah Pratiwi:

Apa rahasia dibalik pencapaian anda sehingga berhasil mengikuti tiga kategori wisuda sekaligus dalam satu waktu?

Dalam hidup, tentu kita mempunyai tujuan. Dalam tujuan, perlu adanya target yang disusun rapi. Target sebagai patokan, sebagai ukuran sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Jika tidak mempunyai target maka sama halnya seperti tidak mempunyai tujuan, sehingga tidak ada sesuatu yang kita tuju.

Target bukan sekadar ucapan atau catatan yang hanya dibuat lalu ditinggalkan, akan tetapi bagaimana melaksanakan sesuai yang dengan apa yang ditargetkan. Jadi, dalam meraih ketiga hal itu, tentu saya memiliki target, saya menyusunnya dengan baik dan mengamalkannya.

Bagaimana usaha yang anda tempuh untuk mencapai target tersebut?

Selain menyetor hafalan di waktu kegiatan Tahfidzul Hadits wa al – Qur’an, saya selalu menyiapkan terlebih dahulu hafalan di pagi hari. Karena waktu pagi adalah waktu paling fresh untuk otak. Maka ketika yang lain memilih untuk tidur, saya lebih memilih untuk menghafal dan mengulang hafalan saya.

Siapa support system yang sangat berpengaruh ketika anda berproses di pesantren?

Yang pertama tentu orang tua, beliau selalu berpesan “belajarlah yang benar, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Lebih baik fokus lebih dari satu bidang bisa mendapatkan fifty-fifty dari pada hanya fokus satu bidang meskipun 80 persen”.

Selain itu yang kedua adalah ustadzah (pembina). Ustadzah udah sama seperti pengganti orang tua ketika di pesantren.

Bagaimana tips mengembalikan semangat ketika rasa malas datang?

Kalau malas datang biasanya saya diam dulu, lalu nangis, setelah itu baru bisa mikir, menasihati diri, “ayo inget target belum tercapai, di pondok waktunya singkat, masa iya jauh-jauh cuma untuk malas-malasan, baru bisa bangkit lagi.”

Apa pesan atau motivasi yang bisa dibagi dengan teman-teman santri lainnya?

Mondok itu enak, asalkan bisa membagi waktu, dan mampu mematuhi peraturan. Kita akan mendapatkan hal-hal yang tidak pernah didapatkan selain di pondok.

Di pondok itu tidak cupu, tidak kudet, kita tetap bisa berkembang dengan kemajuan teknologi dan informasi. Selain itu banyak teman-teman yang bisa diajak diskusi, belajar, intinya pondok itu seru bisa menikmati semuanya.

Saya sangat bahagia dan bersyukur, Allah telah memberi kesempatan bagi saya untuk belajar di pesantren. Jadi bagi teman-teman santri, jangan pernah putus asa, ada banyak hal yang bermanfaat yang bisa kita dapatkan dari pesantren, asal kita mau berusaha mencari dan menggapainya.

Biodata
Nama lengkap: Endah Pratiwi
Tetala: Solok Selatan, 16 Juni 2004
Alamat: Tubo Taratak Tinggi, nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, kec. Pauh Duo, kab. Solok Selatan. Sumatera Barat
Unit/kelas: SMA A.WH/ XI IPA 3
Cita-cita: Dokter
Motto: Nikmati prosesnya dan syukuri apapun yang terjadi

SebelumnyaInilah Doa yang Tepat untuk Orang Meninggal
BerikutnyaInilah Kedahsyatan 7 Puasa Sunnah, Kamu Harus Tahu!