Ada 7 puasa sunnah yang biasa dilakukan oleh nabi. Terdapat banyak manfaat dan keutaman dalam melaksanakan puasa sunnah tersebut. Adapun 7 puasa sunnah itu, adalah:

  1. Senin dan Kamis (Pengampun Dosa)

Rasulullah selalu menjaga puasa hari Senin dan Kamis, dua hari istimewa itu sangat berharga karena hari Senin adalah hari dimana beliau lahir dan hari Kamis adalah hari dimana segala amal catatan perbuatan manusia diperiksa oleh Malaikat. Oleh sebab itu, puasa di hari tersebut akan dibukakan pintu-pintu surga, serta diampuni dosa bagi orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali dua orang yang saling bertikai.

  1. Tiga Hari Sebulan (Puasa Wasiat Nabi dan Hari Putih)

Puasa wasiat nabi sering kita sebut dengan Ayyamul Bidh. Disebut puasa putih karena malam-malam yang terdapat pada tanggal tersebut bulan bersinar putih dan terang benderang. Puasa ini dianjurkan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah. Puasa tiga hari dalam setiap bulan, sama seperti berpuasa setahun penuh.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
  1. Puasa Syawal (Puasa Sepanjang Tahun)

Puasa Syawal ini merupakan puasa sunnah yang dilakukan secara berurutan atau juga bisa secara terpisah selama 6 hari di bulan Syawal.

Akan lebih baik dilakukan secara berurutan sesuai dengan fatwa Ibni Utsaimin dalam kitab “Ad-Da’wah”, 1:52-53. menyatakan bahwa “Mengerjakan berurutan lebih utama karena menunjukkan sikap bersegera dalam melaksanakan kebaikan, dan tidak menunda-nunda amal yang bisa menyebabkan tidak jadi beramal.”

  1. Puasa Daud (Puasa paling dicintai Allah)

Puasa daud ini dilakukan satu hari berpuasa, selang sehari kemudian berpuasa lagi. Akumulasi dalam satu tahun, maka kita akan berpuasa selama setengah tahun.

“Tidak ada puasa (yang lebih utama) di atas puasa Daud, setengah tahun. Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Manfaat Puasa Daud:

  1. Terpelihara dari perbuatan maksiat

  2. Mendapat ketentraman jiwa

  3. Pintu datangnya rezeki

  1. Bulan Sya’ban (Paling Banyak Nabi Lakukan)

Puasa bulan Sya’ban dilakukan satu atau dua hari sebelum Sya’ban. Namun, jika hari itu bertepatan dengan hari Senin atau Kamis.
Tidak diperkenankan puasa di hari-hari terakhir Sya’ban ini untuk menjaga agar tidak mendahului Puasa Ramadan.
Manfaat puasa ini adalah:

  1. Diharamkan tubuhnya dari api neraka

  2. Mendapat pahala 70 Nabi dan layaknya beribadah 70 tahun.

  3. Diampuni dosa-dosanya.

  1. Arafah (Penghapus Dosa Dua Tahun)

Puasa hari Arafah adalah puasa sunnah yang paling utama berdasarkan ijma’ para ulama.  Tiada amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih disukai daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijjah). (HR. Bukhari)

Keistimewaan puasa ini adalah:

  1. Dibebaskan dari siksa api neraka

  2. Menghapuskan dosa selama dua tahun, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun ke depan.

  3. Dikabulkannya doa

  1. Bulan Muharram (Penghapus Dosa Setahun Lalu)

Pada Bulan Muharram ada hari Asyura pada tanggal 19 Muharram, yang merupakan puasa paling afdhal setelah Ramadan. Manfaatnya, menghapus dosa setahun yang lalu.
Itulah 7 puasa sunnah yang sering dilakukan oleh Rasulullah. Semoga kita diberi kesempatan untuk berpuasa di hari-hari tersebut.

*Sumber: Buku Dahsyatnya 365 Hari Sehat Selalu Ala Nabi. (oleh: Maryam Kinanthi N).
**Ditulis ulang oleh: Qona’atun Putri Rahayu

SebelumnyaPesantren Pilihan Tepat untuk Investasi Akhirat
BerikutnyaRefleksi Kehidupan, Berdamailah dengan Masa Lalu