sumber gambar: pikiran-rakyat.com

Oleh: Qona’atun Putri Rahayu*

Berita duka terus terdengar di telinga kita, tidak hanya satu atau dua ulama yang meninggal dunia secara bergilir, terutama ditahun 2020 hingga saat ini. Bahkan sampai hari ini terhitung ratusan ulama yang telah dipanggil oleh Allah SWT.

Lantas, kita sebagai seorang muslim hendaknya mendoakan ulama, guru, keluarga, sahabat atau bahkan saudara semuslim yang telah mendahului kita menghadap Allah. Tak jarang kita temui beberapa caption yang ada di pamflet atau kartu ucapan meninggal berupa doa agar husnul khatimah.

Namun, alangkah baiknya kita tidak hanya mendoakan husnul khatimah kepada orang yang meninggal, melainkan mendoakan berupa اللهم اغفر له وارحمه واعف عنه

Kenapa? Karena sesuai dengan hal yang pernah dijelaskan oleh Gus Ahmad Nuruddin dalam pengajian kitab al Arbain An-Nawawiyah di Pondok Pesantren Seblak, Lokal Utara Dua. Beliau menjelaskan bahwa “Orang yang menaiki bus namun ketika telah sampai di tempat tujuan, ia baru mengatakan bahwa ia ingin pergi ketempat tersebut,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Asumsi beliau adalah seakan-akan mendoakan agar segera meninggal dunia. Hal itulah sebenarnya orang yang meninggal telah melewati penutup atau ikhtitam.

Setelah kita mengetahui penjelasan tersebut, maka jangan ada rasa tersinggung maupun salah paham dalam mengartikan atau mendengarkan doa semoga husnul khatimah dan mari membacakan doa yang tepat kepada orang yang tepat.

اللهم اختمنا بحسن الخاتمة

Semoga kita semua meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

*Mahasiswa Unhasy Jombang.

SebelumnyaMeneguhkan Khidmat Peradaban
BerikutnyaPesantren Pilihan Tepat untuk Investasi Akhirat