
Masih Dalam Perjalanan
Masih kutapaki jalan yang panjang,
Bukan karena aku terlambat,
Tapi karena setiap langkah yang kuambil
Sedang belajar memahami arah.
Karierku belum sampai puncak,
Namun keringat ini tidak pernah sia-sia.
Rezeki belum menumpuk di tangan,
Tapi kerja keras ini sedang menanam masa depan.
Jodoh belum mengetuk pintu,
Namun hatiku sedang ditempa untuk layak disambut.
Hidup bukan tentang siapa paling cepat tiba,
Melainkan siapa yang paling teguh saat jalan terasa sepi.
Aku percaya, akan ada waktunya indah,
Saat yang ditunggu tiba tanpa dipaksa,
Sebab proses pun adalah bagian dari kemenangan.
Waktu yang Menyembunyikan Jawaban
Ada yang tumbuh perlahan,
Seperti tunas di musim hujan pertama;
Tak terlihat, tapi berakar kuat di tanah yang tenang.
Karierku belum bercahaya,
Namun setiap langkah kecil adalah pijakan penting.
Rezekiku belum melimpah,
Tapi dari kekurangan, aku belajar cukup.
Jodohku belum hadir dalam kisah nyata,
Tapi Tuhan sedang menulis babnya dengan teliti.
Kini aku berhenti mengeluh pada waktu,
Karena ternyata ia bukan terlambat—ia sedang mendidikku.
Mengajarkanku bahwa penantian bukan kekosongan,
Melainkan bagian dari rencana besar yang sedang disusun diam-diam.
Pelan Tapi Pasti
Tidak semua harus meledak seketika,
Ada yang tumbuh dengan kesunyian.
Ada yang bergerak dengan langkah kecil,
Namun menuju tempat yang besar.
Aku tak lagi tergesa,
Sebab karierku, rezekiku, dan jodoh yang kutunggu
Sedang didewasakan oleh waktu.
Bukan karena aku tertinggal,
Tapi karena aku sedang dipersiapkan.
Biarlah proses ini menempaku,
Seperti api menempa baja.
Suatu hari, yang kini samar akan menjadi nyata.
Pelan, tapi pasti—aku sampai.
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary


















