Peristiwa-peristiwa Penting Selama 10 Tahun Hijrah Nabi SAW ke Madinah

546

Oleh: Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari

Para ulama sepakat, bahwa sejarah Islam dimulai dari hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madina. Orang yang pertama kali membuat kalender hijriyah adalah Umar bin Khaththab ra. pada tahun 17 Hijriyah.

Adapun jumlah peristiwa-peristiwa penting yang popular pada setiap tahun hijriyah sampai intiqal-nya Rasulullah SAW secara urutan tahun adalah sebanyak 10 tahun sebagai berikut:

Tahun Pertama: Pada tahun ini, Nabi SAW membangun masjid dan tempat-tempat tinggal beliau SAW (beliau SAW melakukan pembangunan ini dengan tangan beliau sendiri untuk memberikan semangat kaum muslimin dalam kerja mereka). pada awal hijrah ini Rasulullah juga mempersaudarakan antara sahabat Muhajirin dan Anshar. Yang tak kalah penting, yakni masuk Islamnya Abdullah bin Salam ra., seorang rabbi dan pemimpin Kaum Yahudi Yastrib (Madinah). Pada tahun ini juga, Utsman bin Mazh’un ra. saudara sesusu Rasulullah SAW, wafat. Selain itu, tahun ini diisyariatkannya adzan dan ikamah dan Allah Ta’ala mengizinkan kaum muslimin untuk memerangi musuh-musuh mereka, setelah para musuh ini menentang Nabi SAW.

Tahun Kedua: Di tahun ini, arah kiblat dirubah ke Ka’bah setelah 16 atau 17 bulan dari hijrah Nabi SAW di bulan sya’ban. Pada tahun ini, diwajibkan puasa sebulan di bulan Ramadan, diwajibkan zakat fitrah dan zakat mal, dan i disyariatkan shalat dua hari raya. Pada tahun ini terjadi perang Badar Al Kubra di bulan Ramadan. Di bulan Syawal, Nabi SAW menikah dengan sayyidah A’isyah ra. dan Sayyidina Ali ra. menikah dengan Sayyidah Fathimah ra. Tak hanya kebahagiaan atas pernikahan, di tahun ini juga ada kesedihan, yaitu Sayyidah Ruqayyah, putri Rasulullah SAW, wafat.

Tahun Ketiga: Di tahun ini, terjadi beberapa peperangan dan detasemen (pengiriman peleton pasukan). Perang Uhud pada hari sabtu, tanggal 7 Syawal, perang Badar shughra pada awal bulan Dzul Qa’dah dan perang Bani an Nadhir. Pada tahun ini Allah mengharamkan khamer setelah perang Uhud dan Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Hafshah ra, putri Umar bin Khattab ra. Kebahagiaan lain, menikahnya sayyidina Utsman ra. dengan sayyidah Ummu Kultsum ra. dan lahirnya Sayyidina Hasan ra., putra Sayyidina Ali ra dan Fathimah ra.

Tahun Keempat : Di tahun ini, Nabi SAW menikah dengan Sayyidah Ummu Salamah ra., turunlah syarat qashar shalat, dan turunnya Jibril dalam perang Dzatur Riqa’ dengan turunnya syariat shalat khauf. Dalam peperangan ini turun ayat tayammum. Terjadi perang khandaq, pengepungan sekutu-sekutu musyrikin pada kota Madinah selama lima belas hari. Kemudian Allah Azza wa Jalla mengalahkan mereka, mengirim angin dan pasukan untuk memporak-porandakan mereka. Pada perang ini, banyak terbunuh, para qurra’ (ahli Al Quran) ra. di Sumur Ma’unah. Tahun ini Sayyidina Husein bin Ali ra. dilahirkan.

Tahun Kelima : Di tahun ini, terjadi perang Daumatul Jandal, perang Bani Quraizhah, dan perang bani Musthaliq. Di antara para tawanan dari Bani Musthaliq ada Barrah puteri pimpinan bani Musthaliq. Lalu Rasulullah SAW menikahinya dan memberinya nama Juwairiyah ra.  Ketika Bani Musthaliq mendengar pernikahan ini, mereka masuk Islam semuanya dan mereka berbalik menjadi penolong kaum muslimin setelah mereka menjadi musuh. Dalam perang ini, Sayyidah A’isyah ra. dituduh (berselingkuh) dengan Sahabat Shafwan bin Mu’aththal ra., lalu kabar ini dibersihkan oleh Al Qur’an. Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Zainab binti Jahsy setelah diceraikan oleh Zaid bin Harisah ra., dan dihapusnya tradisi adopsi anak. Pada tahun ini, diturunkannya ayat hijab dan kewajiban haji.

  Risalah Nasihat Imam al-Ghazali untuk Santrinya (Bagian-2)

Tahun keenam: Di tahun ini, terjadi perang Hudaibiyah dan Bai’atur Ridlwan (Baiat Ridwan adalah Sumpah setia yang diikrarkan pada sahabat Nabi di hadapan Rasulullah di bawah sebuah pohon di tepi telaga. Di tengah-tengah perjalanan pulang Beliau SAW dari Hudaibiyah ke Madinah turunlah surat Al Fath, maka berbahagialah kaum muslimin dengan berita gembira penaklukkan kota Makkah), terjadi gerhana matahari, dan turun ayat Dzihar.

Tahun ketujuh: Di tahun ini, terjadi perang Khaibar dan gencatan senjata yaitu perdamaian dengan penduduk Makkah. Terjadinya umrah qodho’ pada bulan Dzul Qa’dah. berhijrahnya Khalid bin Walid ra., Usman bin Abu Thalhah ra, penjaga ka’bah, lalu mereka bertemu dengan Amr bin ‘Ash, ketiga-tiganya bersahabat dan masuk Islam. Tahun ini, Rasulullah SAW menikah dengan sayyidah Ummu Habibah ra., Sayyidah Maimunah ra., dan Sayyidah Shafiyah ra. Sayyidah Mariyah ra. datang pada Nabi SAW dan menyampaikan masalah besar pada beliau. Datang pula Sayyidina Ja’far bin Abu Thalib ra. dan para sahabatnya ra. dari Habasyah (Ethiopia). Turun pula pelarangan nikah mut’ah dan makan daging keledai piaraan.

Tahun kedelapan: Di tahun ini, terjadi perang Mu’tah dan Dzatus Salasil. Dalam perang Mu’tah Rasulullah SAW berwasiat kepada pasukannya dengan beberapa wasiat, di antaranya, “Dalam perang ini kalian semua akan menjumpai orang-orang yang sedang uzlah di tempat-tempat pertapaan mereka, maka janganlah kalian menghalangi mereka, janganlah membunuh wanita, anak kecil, dan kaum manula, janganlah memotong pohon, dan janganlah menghancurkan bangunan”.

Di tahun ini, terjadi penaklukan kota Makkah (Fathu Makkah) di bulan Ramadan dan penghancuran berhala-berhala yang berada di sekeliling Ka’bah, bai’at kaum pria dan wanita dari penduduk Makkah, dan Islamnya Mu’awiyah bin Abu Sufyan ra. serta Abu Quhafah ra. Di tahun ini, Ibrahim ra lahir., disusul dengan wafatnya Sayyidah Zainab ra. putri Rasulullah SAW. Tahun ini, juga terjadi perang Hunein dan Thaif. Sempat harga kebutuhan menjadi mahal, lalu mereka (pendudk) mengatakan: ” Tentukanlah harga untuk kami.” Lalu Allah menjawab permintaan mereka dengan firman-Nya yang menetapkan harga.

Tahun kesembilan: Di tahun ini, terjadi Perang Tabuk dan Sayyidina Abu Bakar ra. berhaji dengan kaum muslimin. Wafatnya sayyidah Ummu Khulsum ra. dan raja Najasyi ra. Di tahun ini Abdullah bin Ubay bin Salul, pimpinan kaum munafiqin, meninggal. Di  tahun ini juga Nabi SAW berturut-turut mengirim utusan-utusan ke berbagai negeri.

Tahun kesepuluh: Di tahun ini, Rasulullah SAW melaksanakan haji wada’ (haji perpisahan). Beliau SAW berkhutbah di Arafah dengan yang isinya mengajarkan banyak hal tentang ushuluddin dan furu’nya kepada umat Islam. Di tahun ini, beliau SAW mengutus Ali bin Abu Thalib ra., Mu’adz bin Jabal ra., dan Abu Musa al Asy’ari ra. ke negeri Yaman, Ibrahim ra. putera Nabi SAW meninggal di tahun ini (berarti berumur hanya kurang dari 2 tahun). Di tahun ini terjadi penyiapan pasukan pimpinna Usamah ra. Namun penyiapan tidak sampai selesai, karena beliau ra. mulai sakit. Di tahun ini turun firman Allah Ta’ala: “Idzaa Jaa-a Nashrullahi Wal Fath …. “.


*Diterjemahkan oleh Ustadz Zainur Ridlo, M.Pd.I. dari kitab Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyidi al-Mursalin karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari