Peringatan Isra Mi’raj di MTs Salafiyah Syafi’iyah Angkat Pesan Akhlak dan Keberkahan Hidup

151
Ratusan santri MTs Salafiyah Syafi’iyah mengikuti Isra Mi’raj di halaman madrasah (foto: ilvi)

Tebuireng.online— Mengangkat tema “Membangun Karakter dan Akhlaq Mulia Generasi Muda” MTs Salafiyah Syafi’iyah gelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Senin (19/1/2026), yang bertempat di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dan guru, dengan total 752 siswa dan 61 guru, termasuk kepala sekolah serta jajaran staf. Acara tersebut menghadirkan penceramah KH. Sami’an asal Tambakberas, yang juga merupakan pengajar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Ketua panitia kegiatan, Akhtar Farras, siswa kelas 8A, menyampaikan bahwa persiapan acara dilakukan sekitar dua mingguan. Ia menjelaskan bahwa panitia harus mengoordinasikan banyak hal sejak awal. “Persiapannya kurang lebih dua minggu, mulai dari menyiapkan proposal, pesan banner, terop, panggung, sound system, konsumsi, sampai dekorasi,” ujar Akhtar.

Baca Juga: Siswi MTs Salafiyah Syafi’iyah Raih Juara Harapan dalam Ajang JMC

Akhtar juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga dari keterlibatannya sebagai ketua panitia. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan hari besar Islam, tetapi juga sarana belajar berorganisasi.

“Kesannya seru, buat pengalaman baru. Terus kita juga bisa membangun chemistry antar teman, biar nggak canggung dan nggak miskomunikasi,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi merupakan hal penting dalam sebuah organisasi. “Karena bagi saya komunikasi itu penting dalam sebuah organisasi dan kita harus lebih berani lagi,” imbuhnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Kiai Sami’an memberi mauidhah hasanah di hadapan santri MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang (foto: Ilvi)

Dalam mauidhoh hasanah, KH. Sami’an menyampaikan materi tentang tanda-tanda kehidupan yang penuh keberkahan. Ia menjelaskan bahwa keberkahan ilmu, rezeki, dan umur menjadi ciri seseorang yang tumbuh sebagai anak sholeh atau sholehah.

“Tandanya ilmu barokah, rejekinya barokah, umurnya barokah, dan menjadi anak sholeh sholehah itu ada sebab-sebabnya,” dawuh beliau.

KH. Sami’an kemudian memaparkan empat sebab utama untuk meraih keberkahan tersebut. Pertama adalah menjaga sholat berjamaah. Ia mengaitkan peristiwa Isra’ Mi’raj dengan kewajiban sholat. “Isra’ Mi’raj Rasulullah dipanggil Allah dapatnya apa? Sholat. Siapa orang yang bisa menjaga sholat berjamaah, orang itu dijaga Allah, tidak akan melarat dunia dan akhiratnya,” jelasnya.

Baca Juga: MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Helat Gebyar Drama 3 Bahasa

Sebab kedua adalah berbakti kepada orang tua. KH. Sami’an menegaskan pentingnya memuliakan orang tua sebagai kunci kesuksesan hidup. “Muliakanlah orang tuamu, taati mereka maka engkau akan dimuliakan dunia akhiratmu. Meskipun sudah haji berkali-kali tapi kalau masih bersikap buruk ke orang tua, maka tidak akan mencium bau surga,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan seorang anak sangat bergantung pada baktinya kepada orang tua.

“Kesuksesan dan keberhasilan kalian itu tergantung taatnya kalian sama orang tua kalian,” lanjutnya.

Lebih lanjut, KH. Sami’an menjelaskan bahwa orang tua tidak hanya sebatas ayah dan ibu kandung. “Orang tua itu ada tiga. Pertama orang tua kandungmu, kedua mertua, dan ketiga guru,” ujarnya. Menurutnya, memuliakan guru akan membawa manfaat besar bagi kehidupan siswa. “Jika kalian memuliakan guru, kalian akan mendapat ilmu yang bermanfaat,” katanya.

Sebab ketiga untuk meraih keberkahan adalah tidak berhenti berdoa, sedangkan sebab keempat adalah bersedekah. KH. Sami’an menyampaikan pesan dengan gaya khasnya agar mudah dipahami para siswa. “Nek muueediit mene, gak isok mambu surgo,” ucapnya. Ia juga menekankan manfaat sedekah bagi kesehatan dan kehidupan seseorang. “Pengen awak sehat, sing akeh shodaqoh, karena shodaqoh itu obat,” tambahnya.

Baca Juga: MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Sukses Gelar Pentas Seni Nawasena Spectra 2025

Di akhir mauidhoh hasanah, KH. Sami’an menyampaikan keutamaan para guru dalam Islam. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang kemuliaan orang yang mengajarkan kebaikan.

“Guru adalah orang yang pertama masuk surga nanti. Kata Rasulullah, siapa orangnya yang mau ngajar anak-anak sampai anaknya bisa mengucap bismillah, itu sudah pasti masuk surga,” pungkasnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary