sumber gambar: shereadsbook.wordpress.com

“Eksistensi kemanusian perempuan itu ada dan penting.”

Buku ini ditulis oleh Kalis Mardiasih dengan bahasa kaula muda, beberapa kata yang memang ilmiah oleh mbak Kalis disederhanakan sehingga mudah dicerna, lebih dari itu substansi dari buku ini ialah perjalanan histori penulis selama remaja, fenomena-fenomena yang oleh masyarkat diangkap sederhana dan remeh. Namun tidak untuk sosok pengamat gender ini.

Di dalam buku ini dihidangkan beberapa cerpen yang berangkat dari tragedi perempuan dini yang tersakiti baik oleh konstruksi sosial atau memang korban dari gejolak rumah tangga. Kemudian ada pula cerita sosok tokoh yang memang memperjuangkan perempuan, salah satunya  ialah Rahmah el Yunusiyah.

Dari beberapa tema yang disampaikan Kalis, saya tertarik dengan “meme akun dakwah yang mengontrol perempuan”. Selain kritik keras Kalis kepada akun-akun instagram yang tanpa diskusi dan negosiasi, dan relevansinya dengan kondisi saat ini, dimana media terutama instagram.

Banyak sekali akun yang memang mengkontruksi perempuan. Ada pula akun yang memberikan katagori perempuan yang disukai laki-laki yaitu, sholehah, cantik, putih, pinter, dan lain-lain. Lalu bagiamana dengan wanita preman, wanita berkulit sawo mateng bukan kah mereka juga manusia dan tentu akan tetap memiliki jodoh.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Adapun tema-tema yang lain juga membahas lebih dalam tentang perempuan secara sosial atau secara kodrat ilahi seperti dalam tema “dari tanggung jawab reproduksi ke hak reproduksi” yang berisikan perjalanan perempuan dari pengalaman menstruasi hingga menyusui anak.

Dalam ranah sosial ada tema “mamang zaman sekarang masih ada yang tidak setara?” di sini dibahas dengan lugas konstruksi sosial dari masyarakat kepada perempuan, mulai dari marginalisasi, subordinasi, stigmatisasi, kekerasan, dan beban ganda. Ditambah dengan kajian letak geografi di desa dan di kota.

Buku yang tidak terlalu tebal ini wajib untuk dibaca oleh kaum kuam perempuan. Setidaknya menyadarkan diri betapa berharganya menjadi perempuan.

Judul: Sister Fillah, you’ll never be alone
Penulis : Kalis Mardiasih
Penerbit: PT. Mizan Pustaka
Cetakan: kedua, Februari 2020
Tebal: 125 halaman
Pengulat: Wahyu (siswa “Sekolah Membaca” Majalah Tebuireng)

SebelumnyaHikmah Luhur di Balik Tradisi Tahlilan
BerikutnyaPerempuan Punya Hak yang Sama untuk Berjuang