Pentingnya Santri Menguasai Bahasa Arab

469
Santri Trensains bersama tutor dalam kegiatan matrikulasi bahasa Arab di SMA Trensains Tebuireng, Senin (09/04/18). (Foto: dok Trensains)

Tebuireng.online- Mempelajari bahasa Arab merupakan hal yang sangat penting. Nabi Muhammad SAW pun dalam hal ini memerintahkan pada umatnya untuk belajar dan mengajar mengenai bahasa Arab yang merupakan bahasa Al Quran. Selain itu, dalam mempelajari aqidah, fiqh, dan hukum Islam juga dibutuhkan kemampuan bahasa Arab yang baik. Dalam mempelajari Al Quran dan kitab kuning seorang muslim juga diharapkan mampu menguasi bahasa tersebut, sehingga sangat diharapkan untuk tidak hanya fasih di dalam bahasa Inggris saja.

Hal itu diungkapkan oleh Ustadz Salman Farahi, pemilik pondok bahasa Arab Al Farisi Pare, yang merupakan santri di Pesantren Tebuireng dalam pembukaan kegiatan matrikulasi bahasa Arab di SMA Trensains Tebuireng, Senin (09/04/18) lalu.

“Nabi Muhammad telah memerintahkan umatnya untuk belajar dan mengajar, dalam hadis juga diperintahkan untuk belajar bahasa Arab. Jangan sampai umat Nabi Muhammad SAW hanya unggul dalam kemampuan bahasa Inggris. Umat Nabi utamanya haruslah memahami bahasa Arab sebagai pedoman dalam mempelajari Al Quran, baca kitab, dan menempuh cita cita,” ungkapnya di hadapan santri Trensains.

Menurutnya, bahasa merupakan alat utama dalam berkomunikasi antar individu atau kelompok. Di dunia terdiri dari ratusan bahkan ribuan bahasa sebagai sarana komunikasi. Ada beberapa bahasa internasional, salah satunya bahasa Arab yang dipakai di 24 negara di dunia. Bahasa Arab yang merupakan bahasa yang digunakan dalam kitab suci Islam namun, tidak semua orang Islam memahami bahasa Arab, padahal banyak orang di luar Islam yang sengaja mempelajari bahasa Arab untuk mengungkap berbagai literasi yang dibuat ilmuwan muslim pada zamannya.

Kepala SMA Trensains, Ustadz Ainur Rofiq mengharapkan santri SMA Trensains memiliki jangkauan luas dengan berbekal utama bahasa asing, Arab dan Inggris untuk membangun peradaban muslim serta merebut kejayaan Islam pada ilmu pengetahuan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Tebuireng saat ini menggencarkan program bahasa terutama bahasa Inggris dan Arab, agar santri Tebuireng dapat menjajaki negeri lain dengan mudah, aman dikarenakan telah memiliki alat untuk mencapai tujuan. Seperti dawuh Hadratussyaikh, jika kau ingin selamat dari suatu kaum, maka kau harus mengetahui bahasa kaum tersebut,” ungkap Ustadz Ainur Rofiq saat memberi sambutan.

🤔  Jurnalis Tebuireng Latih Santri Al Ihsan Sumenep Tulis Menulis

SMA Trensains Tebuireng menyambut baik program tersebut dengan menggencarkan bahasa pada seluruh santri, karyawan, dan guru Pesantren Tebuireng 2. Salah satu kegiatan rutin tahunan, camp berbasis bahasa, dapat berupa bahasa Arab atau bahasa Inggris. Kegiatan yang sekaligus mengisi waktu libur UN bagi santri kelas 10 dan 11, diadakan selama 4 hari terhitung mulai tanggal 9-12 April 2018. Saat ini santri kelas 10 berkesempatan lain, berlatih membuat batik dan mendalami Matematika dasar, sedangkan santri kelas 11 berkesempatan untuk mendalami bahasa Arab.

“Kegiatan Arabic camp diadakan untuk mengisi waktu libur kita, walaupun sebenarnya sih ingin bersantai-santai tapi karena kegitan ini sangat bermanfaat meskipun gak harus sekarang, pastinya nanti ke depan akan terlihat hasil belajar bahasa ini. Saya senang karena belajarnya dengan santai, kami belajar mufrodat isim (kata benda), fiil (pekerjaan), hiwar (percakapan), adawatul qoshiroh (ungkapan pendek), bernyanyi, dan banyak deh,” respon Muthia Salma saat diwawancarai mengenai kegiatan Arabic camp ini.

Ungkapan senangpun disampaikan tutor dari Al Farisi Pare yang berasal dari Probolinggo, Ustadz Nurul Huda, “Saya senang berkesempatan mengisi program bahasa di Pesantren Tebuireng 2 ini, di sini saya tidak hanya mengajar tapi saya juga belajar dari ashhab (teman-teman) di sini, karena kami bertukar ilmu bahasa Arab. Saya rasa ashab di sini sudah memiliki dasar mengenai bahasa, hanya saja agar lebih meningkatkan praktik berbicara yang sesuai dengan kaidah bahasa Arab,” terangnya mengomentari kondisi santri Trensains dalam penguasaan bahasa Arab.


Pewarta: N. Salma

Editor/Publihser: Raa