Azwani, Ketua Tim Respon Cepat (TRC) Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) sedang bersama warga setempat yang menerima bantuan sosial untuk pembangunan masjid.

tebuireng.online—Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) menunjukkan kepedulian kepada korban bencana gemba di Aceh dengan menyalurkan sejumlah dana. Bantuan tersebut disalurkan melalui program “Bantuan Kemanusian Peduli Gempa Aceh” oleh Tim Respon Cepat (TRC) LSPT kepada korban di Pidie pada Sabtu (07/01/2017).

Azwani, Ketua TRC mengatakan bahwa bantuan ini disalurkan atas inisiatif LSPT dengan membuka dompet donasi kepada masyarakat. Dana yang terkumpul adalah 15 juta yang dibuka donasi sejak hari terjadinya bencana gempa hingga akhir tahun 2016. “Sedikit sih mas, cuma yang penting manfaat mas, walau sedikit, apalagi kalau yang berdonasi ikhlas. Amin,” ungkap Azwani yang juga berasal dari Aceh tersebut.

Azwani juga menuturkan bahwa bantuan ini tidak melalui lembaga penyalur dana lain, melainkan langsung diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal itu bertujuan agar bantuan ini, tepat sasaran dan dikhawatirkan rawan banyak kepentingan. Bantuan ini ditujukan lebih khusus kepada masjid dan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren (dayah) dan madrasah.

Ia juga menceritakan kondisi beberapa bangunan masjid yang sudah diratakan dengan tanah dan tinggal pembangunannya saja. Pembangunan menjadi terhambat, karena dana dari pemerintah maupun donatur masih sangat minim.  “Kendala yang dialami TRC adalah jarak antara tempat terdampak gempa yang berjauhan. Bahkan saya hingga tengah malam masih mencari-cari tempat ibadah yang rusak biar segera kita berikan bantuan,” ungkap Azwani.

Dana tersebut telah disalurkan ke tiga kabupaten yang paling parah terdampak gempa, yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Ule Gle, dan Merdue. Selain program bantuan untuk korban gempa aceh, TRC LSPT juga sedang membuka dompet bantuan untuk korban bencana banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang masih akan dibuka hingga pertengahan bulan ini.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta:     M. Abror Rosyidin

Editor:       M. Abror R.

Publisher:  M. A. Rosyidin

SebelumnyaKomunitas Pecinta Kopi Sediakan Parkir Gratis Bagi Pengunjung Haul Ke-7 Gus Dur
BerikutnyaDr. M. Habib Chirzin: Gus Dur Ibarat Buku Terbuka dan Dibaca Secara Urut