Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari Terima Hibah Koleksi Uang Koin VOC dari Warga Gresik

169
Pihak keluarga yang menyerahkan hibah uang koin foto bersama tim MINHA (doc. istimewa)

Tebuireng.online— Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari (MINHA) Tebuireng kembali menambah kekayaan koleksinya melalui hibah koleksi benda bersejarah berupa uang koin VOC dari abad ke-18 hingga ke-19. Koleksi berharga ini diserahkan oleh Saiful Ansor, warga Gresik, kepada pihak museum dalam sebuah acara serah terima resmi yang digelar di ruang utama Museum Islam Indonesia, Tebuireng, Jombang, Senin (10/11/2025).

Serah terima hibah ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Muhammad Mujibur Rohman, S.Hum., M.Pd. selaku Penanggung Jawab Unit Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari, serta Ari Setiawan dari tim museum.

Sementara dari pihak pemberi hibah, hadir langsung Bapak Saiful Ansor bersama Ibu Dian Anisa Rokhmah Wati, M.Pd., dosen Fakultas Teknik Universitas Hasyim Asy’ari (FT Unhasy) yang juga merupakan putri beliau, serta Nikmah Yuha sebagai saksi.

Baca Juga: Sejarah Dinamika Perkembangan Studi Islam Dunia Timur dan Barat

Dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hibah bernomor 2164/L6.1/KB/2025, yang turut disaksikan oleh pihak museum dan keluarga pemberi hibah. Koleksi yang diserahkan berupa delapan jenis uang koin VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dari berbagai tahun, di antaranya:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
  • 2 buah uang koin VOC tahun 1732
  • 2 buah uang koin VOC tahun 1753
  • 2 buah uang koin VOC tahun 1836
  • 2 buah uang koin VOC tahun 1838
  • 2 buah uang koin VOC tahun 1839
  • 2 buah uang koin VOC tahun 1840

Penanggung jawab museum, Muhammad Mujibur Rohman, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas hibah tersebut.

Bentuk uang koin yang diserahkan ke MINHA (doc. istimewa)

“Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari sangat berterima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap upaya pelestarian sejarah. Koleksi ini akan memperkaya dokumentasi sejarah kolonial dan ekonomi Islam di Nusantara. Kami juga masih membutuhkan benda-benda bersejarah lain, khususnya yang berkaitan dengan pasukan Hizbullah di bawah komando Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, untuk melengkapi calon ruang pamer khusus Hizbullah yang sedang dalam tahap renovasi,” ujarnya.

Baca Juga: Gratis! Yuk Kunjungi Museum Islam Indonesia di Tebuireng

Sementara itu, pihak pemberi hibah, Saiful Ansor, mengungkapkan bahwa motivasinya menyerahkan koleksi ini adalah bentuk kecintaan terhadap sejarah Islam dan perjuangan pesantren.

Proses serah terima uang koin kepada tim MINHA (doc. istimewa)

“InsyaAllah, kami akan berusaha mencari kembali peninggalan ayah saya, Bapak Abu Hasan, yang dulu merupakan salah satu tentara Hizbullah. Semoga nanti bisa kami hibahkan lagi untuk melengkapi koleksi museum,” tuturnya.

Menurut putrinya, Dian Anisa yang juga Dosen Teknik Unhasy, hal ini merupakan bentuk nyata sinergi antara masyarakat, akademisi, dan lembaga kebudayaan dalam menjaga warisan sejarah bangsa.

Baca Juga: Pendirian Museum Islam Nusantara Hasyim Asy’ari Menjadi Penguat Keislaman Indonesia

“Bagi kami, benda-benda peninggalan seperti uang koin VOC ini bukan sekadar barang antik, tetapi jejak perjalanan sejarah yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Saya merasa bahagia karena ayah saya, Bapak Saiful Ansor, bersedia menyerahkan koleksi ini ke Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari agar bisa dirawat dengan baik dan dimanfaatkan untuk edukasi public.” Jelas Dosen Fakultas Teknik Unhasy itu.



Pewarta: Albii

Editor: Rara Zarary