MOSBA 2017 Ditutup, Santri Baru Diminta Tata Niat Mondok di Tebuireng

680
Seorang santri terbaik dalam acara MOSBA Pesantren Tebuireng 2017 mencium tangan Ustadz Slamet Habib, Wakil Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng pada Rabu (12/07/2017) di Masjid Ulul Albab. Cium tangan adalah tanda ketakdziman seorang santri kepada guru atau ustadz, atau istilah lainnya untun ngalap barakah. (Foto: Raihan Bagas M.)

Tebuireng.online— Setelah dua hari (10-11/07/2017) mengadakan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA), Pesantren Tebuireng resmi menutup gelaran tahunan itu dengan pengajian di Masjid Ulul Albab Pondok Putri Pesantren Tebuireng pada Rabu (12/07/2017) malam.

Acara penutupan ini dihadiri oleh Mudir Bidang Pondok H. Lukman Hakim, BA, Kepala Pondok Putri Tebuireng Drs. KH. Agus Fahmi Amrulloh Hadzik, jajaran pengurus Pesantren Tebuireng, panitia MOSBA Tebuireng 2017,  serta santri baru baik putra maupun putri. Turut dihadiri sebagai penceramah KH. Irfan Sholeh, Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Acara diawali dengan lantunan shalawat oleh Grub KUBAH IRENG (Kumpulan Banjari dan Hadrah Tebuireng). Acara yang dipandu oleh MC Muhammad Ahmadi dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Fatikhuddin. Acara semakin khidmad dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Tebuireng yang dipimpin Ustadzah Heni.

Prakata panitia disampaikan oleh ketua panitia MOSBA 2017 Ahmad Thorik. Ia berterima kasih kepada seluruh pantia dan peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, juga kepada pengurus dan dewan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang telah memberikan fasilitas yang memadai kepada panitia. “Kami berharap, ilmu yang kalian dapatkan selama mengikuti MOSBA bisa bermanfaat dan dikembangkan setelah kalian mengikuti kegiatan ini,” ucapnya.

Kemudian sambutan dari perwakilan pengurus pesantren yang disampaikan oleh Drs. KH. Agus Fahmi Amrullah Hadzik. Kepala Pondok Putri itu ,menghaturkan terima kasih kepada panitia dan peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik. “MOSBA adalah program yang tepat untuk belajar menghadapi kehidupan baru di pesantren,” ucap beliau.

Mudir Bidang Pondok, H. Lukman Hakim, BA. turut menyampaikan penghargaan kerja keras panitia yang menyiapkan segala kebutuhan MOSBA dan peserta yang rela memakai waktu luang untuk istikamah mengikuti kegiatan tersebut. Beliau juga berpesan kepada seluruh hadirin, terkhusus kepada para santri baru, agar mengawali sesuatu dengan baik.

  Studium General Ma’had Aly Tebuireng, Prof. Ahmad Zahro Jelaskan Hadis Ahkam Perspektif Fikih Kontemporer

“Mulailah sesuatu dengan baik, nanti terlihat akhirnya kan baik pula,” kata beliau. H. Lukman juga memberikan catatan terpenting kepada seluruh santri baru untuk terus giat mengikuti kegiatan yang diadakan di Pesantren Tebuireng dan tidak melanggar peraturan yang ada.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan (SK) yang dibacakan oleh saudara M. Irham tentang peserta, kelompok, dan panita terbaik. Berikut daftar yang tertera pada SK tersebut:

Peserta Terbaik Putra M. Edwin Fajri (SLTP)
Imam Prasetyo (SLTA)
Putri Intana Maghfiroh (SLTP)
Nur Halifah (SLTA)
Kelompok Terbaik Putra Kiai Asy’ari (SLTP)
KH. Hasyim Asy’ari (SLTA)
Putri Nyai Azzah (SLTP)
Nyai Ummi Kultsum (SLTA)
Panitia Terbaik Putra Abdul Muhith
Putri Rofi’atul Ummah

Hadiah diserahkan oleh H. Lukman Hakim, BA,  Ustadz Slamet Habib dan Gus Fahmi, sapaan Drs. KH. Agus Fahmi Amrulloh Hadzik.

Mau’idhah hasanah disampaikan oleh KH. Irfan Sholeh, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras. Beliau menghimbau kepada seluruh santri agar menata niat yang betul ketika mondok. “Niatlah kalian mulai sekarang mondok di Tebuireng, karena Tebuireng pondok’e kiai zaman dulu yang kharismatik seperti KH. Wahab Hasbulloh, KH. Bisri Musthofa,” terang beliau.


Pewarta:            Muhammad Tajuddin

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin