KH. Irfan Sholeh Sampaikan 3 Ciri Hidup Bahagia pada Santri

1086

Tebuireng.online- Ahad (12/07/17) merupakan hari yang dijadikan momen penting bagi santri baru dalam mengikuti pentupan kegiatan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) Pesantren Tebuireng tahun 2017. Pada kesempatan itu, seluruh santri turut menghadiri acara tersebut dengan khidmat dan bersemangat. Acara penutupan MOSBA 2017 juga dihadiri oleh KH. Irfan Sholeh selaku pengisi mauidlah hasanah.

Dalam tausiyahnya, beliau memberikan indikator orang-orang yang nantinya berbahagia dalam hidupnya. Seluruh santri mendengarkan penjelasan beliau dengan khidmat dan seksama. “Jika kalian ingin bahagia hidupnya, kalian harus tahu indikatornya dulu. Maksudnya 3 ciri yang bisa membuat kalian bahagia nantinya,” ucap beliau saat menerangkan materi dalam tausiyah.

“Yang pertama adalah قُوْطٌ حَلاَلٌ (bekal yang halal),” tegasnya. Menurut beliau, bahwa jika  sebagai tholabul ilmi harus mempunyai bekal yang harus terjamin halalnya. Jika terdapat secuil saja yang tergolong haram, maka ilmu yang kita peroleh akan sia-sia karena masih ada yang haram walau sedikit. Maka beliau berpesan kepada santri dan walisantri yang hadir untuk memberikan bekal yang halal agar ilmu dari guru bisa masuk dengan lancar.

“Kedua, ini yang sangat penting khususnya bagi santri zaman sekarang مُجَالَسَتُهُ مَعَ الْعُلَمَاء (saling berkomunikasi dengan ulama),” ucapnya. Beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ulama adalah orang yang telah memberikan ilmu kepada tholabul ‘ilmi. Beliau menegaskan bahwa kehidupan santri harus saling berinteraksi dengan kiai, ustad/ustadah agar terjalin hubungan yang baik dan ilmunya tidak terputus (sanad keilmuan).

“Ketiga, ini juga sangat penting bagi kalian yang sedang nyantri صَلَاتُهُ بِالْجَمَاعَةِ (mengusahakan shalat berjamaah),” ujar beliau. Beliau menitikberatkan pada satu hal ini, karena di luar pesantren jarang sekali menemukan orang yang selalu shalat berjamaah. Beliau menghimbau kepada seluruh santri agar rajin shalat berjamaah, karena itu adalah ciri khas anak pesantren. Jadi menurut beliau, shalat berjamaah merupakan hal yang lazim bahkan selalu ada di dunia pondok pesantren meskipun terdapat libur pondok.

  Santri dan Masyarakat Gelar Ziarah Bersama di Pemakaman Tebuireng

“Semua itu hanya ada di pondok pesantren, yang lain nggak bakal nemu kalian. Bersyukurlah kalian yang sekarang jadi santri,” tukas beliau memberikan semangat kepada seluruh santri baru  untuk mampu melaksanakan tiga hal tersebut.

“Kalian harus sering mulazamah (kontinyu) membacakan Al-Fatihah kepada kiai, ustad/ustadah agar kalian juga nanti didoakan walaupun beliau sudah wafat. Kemudian taati peraturan, hindari kenakalan, Insya Allah kalian nanti mondoknya barokah,” jelas beliau di hadapan semua santri.


Pewarta : Mochammad Tajuddin

Editor : Munawara MS

Publisher : Rara Zarary