Peringatan Isra Mi’raj di MASS Tebuireng. Foto: Raihan Bagas

Tebuireng.Online— Mendekati PAT (Penilaian Akhir Tahun) pada awal Mei 2018 mendatang, dalam momen peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, santri harus mengambil motivasi dari kisah perjalanan tersebut untuk melakukan proses belajar dengan baik dan tidak mengambil jalan instan, seperti menyontek.

“Dalam konteks syariah kalian masih memerlukan proses belajar, lantas jangan sekali-kali melakukan praktek menyontek terutama di dalam madrasah kalian,” himbau Kepala Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng, M. Sholahuddin dalam sambutannya di acara Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis (19/04/2018).

Pak Shol, panggilan akrabnya, menyebut penyelenggaraan acara ini dimaksudkan agar siswa dan siswi mampu meneladani kisah Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, serta sebagai motivasi belajar mereka, mengingat PAT ( Penilaian Akhir Tahun) semakin dekat, yaitu pada 02 Mei 2018 nanti.

Acara ini dihadiri oleh para siswa-siswi dan dewan guru serta karyawan MASS. Guna meramaikan acara tersebut, Grup Sholawat al jalalah serta finalis lomba pidato HUMAPON di Pesantren Tambak Beras beberapa waktu lalu, ikut menyuguhkan tampilan yang menarik.

Dai kondang Jombang, KH. M. Nur Habibillah saat menyampaikan mauidhah hasanah di depan para santri, menjelaskan tentang ikhtilaf di antara para pemuda zaman sekarang. Menurutnya, santri harus memahami agama, khususnya hukum syariah, agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Banyak ikhtilaf diantara para pemuda zaman sekarang, maka kalian harus mengetahui dalil dan dasar syari’ah agar mampu berkiprah di masyarakat kelak,” ujar salah satu pengurus PCNU Jombang itu.


Pewarta: M. Falikh

Editor:     M. Abror Rosyidin

SebelumnyaPentingnya Beradab dalam Kehidupan Sehari-Hari
BerikutnyaBanting Tulang