Oleh: Iryan Ramdhani*

Setiap tahunnya setiap muslim selalu membayar zakatnya untuk menjalankan kewajiban dalam rukun agama Islam. Seperti yang kita ketahui, membayar zakat merupakan suatu kegiatan beramal dalam agama Islam, dan menjadi sarana kita untuk bersyukur terhadap Sang Maha Pencipta, Sang Maha Pemberi Rezeki, yang kemudian dapat mendidik jiwa pemurah diri kita dan meringankan beban ribuan orang yang membutuhkan.

Definisi zakat sendiri dalam arti sederhana artinya pemberian dari orang yang mampu (muzakki) kepada orang yang kurang mampu atau membutuhkan/berhak (mustahiq). Karena sesungguhnya zakat bukan hanya sekedar kewajiban dari rukun Islam yang ke-3, bahkan kita tidak sadar jika selama ini zakat yang kita bayarkan dapat mengajarkan kita banyak nilai sosial, apa arti kepedulian kepada sesama muslim terhadap permasalahan ekonomi sosial.

Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri apakah faedah dari zakat yang kita bayarkan selama ini? Perlu digarisbawahi lagi, bahwa zakat dapat menjauhkan seseorang dari penyakit jiwa, karena sifat pemurah yang dimiliki seseorang menjauhkannya dari sifat pelit dan juga serakah.

Allah berfirman:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْۗ اَوَلَمْ يَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهٖ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَّاَكْثَرُ جَمْعًا ۗوَلَا يُسْـَٔلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ

Dia (Karun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.” (Q.S. Al-Qasas: 78)

Zakat juga berasal dari kata “زكى” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat karena, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh keberkahan, membersihkan jiwa, dan memupuk dengan berbagai kebaikan. Makna suci di sini menunjukkan bahwa zakat merupakan cara untuk mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan, dan pensuci dari dosa-dosa.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, kondisi perekonomian global tengah diuji, tak terkecuali negara Indonesia kita ini. Namun tidak memadamkan rasa antusias serta partisipasi peran kita sebagai muslim yang mampu untuk tetap menunaikan zakat.

Mulai dari pelayanan transportasi umum hingga kesehatan kita dapat menjumpai arahan untuk selalu menjaga jarak antar sesama, untuk tidak melakukan kerumunan, untuk selalu berada dirumah saja. Tanpa kita sadari berapa banyak jarak yang kita harus hitung sejak awal pandemi covid-19 hingga saat ini?

Namun rasa khawatir ini pudar dalam seketika, bagaimana itu bisa terjadi? Mulai dari titik inilah kita belajar bahwa membayar zakat memiliki peran penting. Zakat dapat mempererat tali silaturahmi dan juga membuat kita semakin bersyukur akan rezeki yang kita peroleh dari hasil jerih payah kita selama ini. Terkadang mungkin kita masih menilai besar kecilnya rezeki tersebut dan selalu merasa kurang, namun ketika melihat bahwa sebagian kecil dari harta kita untuk zakat ternyata dapat membantu menghidupkan kembali rasa kedermawanan kita dengan sesama.

Mari kita raih keberkahan dengan membayar zakat di bulan suci Ramadhan ini, dengan demikian semoga faedah dan hikmah yang akan kita dapatkan akan selalu kita amalkan. Dapat kita tarik kesimpulan bahwa zakat bukan hanya sekedar kewajiban. Karena zakat merupakan hal yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan individu dan masyarakat Iuas.


*Alumnnus SMA AWH Pesantren Tebuireng

SebelumnyaTantangan dan Strategi Dakwah Kiai Hasyim di Tebuireng
BerikutnyaCara Agar Tidak Mudah Terpengaruh Omongan Orang Lain