Menempuh 1.419,6 KM

34
Ilustrasi memori (sumber: Ist)

Pulang
Dari sekian banyak jejak
1.419,6km terbentang jarak
Tumpukan rindu yang tak tersampaikan
Pecah dengan merdu tangisan

Halte bus menjadi saksi bisu
Tak bisa merangkai aksara
Lisan pun bungkan tanpa bicara
Pulang; kata yang selalu dilantunkan
Kala hidup sedang berantakan


Kembali
Kadang pernah lupa arah
Enggan menabung bongkahan rindu
Takut penat dan lelah
Ingin mengakhiri
Tapi tak bisa bantah untuk harus kembali

Harus mengukir tempuhan jarak
Berangan ditanah rantau
Akankah sukses atau hanya menjadi bayangan?


Pengabdian
Tanpa ada sayatan
Menangis pilu
Demi sebuah pengabdian
Menata hati meski rengkuh tersakiti

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dengan penolakan
Pun tetap harus menerima
Berganti darah  air mata
Tak terungkapkan
Mengabdi tanpa henti


Sudut berhenti
Malam sunyi
Suara pun mati
Hanya sinar rembulan hidup redup
Mendengar lantunan suci

Sudut berhenti
Melihat sejarah dengan penopang arah
Bersikukuh tetap bertahan
Meski pernah goyah
Namun kuat pertahanan



Penulis: Nabila Rahayu

Editor: Rara Zarary