Ribuan Santri Tebuireng Gelar Doa dan Istighosah untuk Keselamatan Bangsa

180
Ribuan santri saat melakukan istighosah dan doa bersama di masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng Jombang (foto: fikri)

Tebuireng.Online– Ribuan santri Pesantren Tebuireng, Jombang, menggelar doa dan istighosah bersama pada Sabtu (30/8/2025) malam. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa Indonesia yang belakangan dinilai tengah menghadapi situasi kurang kondusif.

Doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Kiai Mustaqim Askan di Pondok Putra Pesantren Tebuireng, serta KH. Fahmi Amrullah Hadziq di Pondok Putri. Rangkaian acara dilaksanakan selepas salat Magrib dengan khusyuk diikuti ribuan santri.

Mudir bidang pembinaan pondok, H. Luqman, menegaskan bahwa istighosah ini merupakan wujud ikhtiar spiritual santri Tebuireng untuk mendoakan keselamatan bangsa.

“Perlu kita sampaikan bahwa saat ini kondisi bangsa kita sedang kurang baik. Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar negara Indonesia diberi keselamatan. Insyaallah, dengan doa para santri semuanya, Allah akan menyelamatkan bangsa ini,” ujarnya.

Instruksi doa bersama datang langsung dari Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz. Menurut Kiai Mustaqim, pesan tersebut merupakan ajakan agar para santri senantiasa mendoakan keutuhan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kegiatan istighosah ini adalah permintaan dari pengasuh kita. Para santri berdoa kepada Allah agar bangsa Indonesia tetap aman, sejahtera, dan mendapat jalan terbaik,” jelasnya.

Selain menggelar istighosah, melalui rekaman video, KH. Abdul Hakim Machfudz, selaku Ketua PWNU Jawa Timur, menyampaikan seruan kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui unggahan video di media sosial, mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan persatuan demi keselamatan Republik Indonesia.

Link Video: https://www.instagram.com/reel/DN9YPlpEkb2/?igsh=bWZzdXBjd3IzNG5o

“Situasi yang kita hadapi saat ini merupakan adanya bentuk kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat yang sudah berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, mari kita hadapi dengan penuh kesabaran serta menahan diri dari timbulnya kerusakan. Saya mengajak semua pihak untuk mengutamakan keselamatan, keutuhan, dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan mengedepankan rasa persaudaraan, mari sama-sama menjaga ketertiban,…” tegasnya.



Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary