Melalui Ajang GEN-ZINU Festival 2026, Siswa MA Salafiyah Syafi’iyah Raih Juara Pidato Bahasa Arab

89
Siswa MA Salafiyah Syafi’iyah peraih juara harapan Pidato Bahasa Arab di 1 Abad NU (dok. istimewa)

Tebuireng.online— Deretan prestasi ditambah oleh siswa MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng melalui ajang GEN-ZINU Festival 2026. Pada perhelatan yang menjadi bagian dari peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama tersebut, Fahri Hafidz Ubaidillah tampil membawa pidato Bahasa Arab dan berhasil meraih juara harapan 2 di tengah persaingan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur dan berlangsung di Kampung Coklat, Blitar, Kamis (6/2/2026).

Bagi siswa kelas XII-F MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng asal Magelang itu, ajang ini bukanlah pengalaman pertama. Ia telah terbiasa mengikuti berbagai lomba pidato Bahasa Arab sejak beberapa tahun terakhir. Pengalaman tersebut membuatnya mampu tampil tenang, meski persiapan lomba tergolong singkat dan kondisi pelaksanaan tidak sepenuhnya ideal.

Baca Juga: Di Panggung 1 Abad NU, Siswa MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Raih Juara 1 Pidato Bahasa Inggris

“Saya mengambil judul mengikuti empat sifat Nabi untuk memimpin NU, karena menurut saya pemimpin harus memiliki empat sifat ini,” ujar Fahri saat diwawancarai di ruang Perpustakaan madrasah (8/2).

Ia menjelaskan bahwa waktu latihan menuju perlombaan terbilang cukup mepet. Namun keterbatasan waktu tersebut tidak membuatnya merasa gugup, mengingat ia sudah sering mengikuti kompetisi serupa sebelumnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Nerves sih enggak, karena saya juga sudah sering ikut lomba seperti ini. Cuma kemarin pas hujan deras, suara saya kalah sama suara hujan,” tuturnya.

Selain faktor cuaca, Fahri juga harus beradaptasi dengan perubahan teknis yang dilakukan panitia secara mendadak. Perubahan tersebut turut memengaruhi strategi penyampaian pidatonya.

“Ada ketentuan yang diubah, yang awalnya waktu pidato 10 menit jadi 7 menit,” katanya.

Baca Juga: Siswa MA Salafiyah Syafi’iyah Tembus Final ASEAN Geography Smart Competition GEOSAC 2026

Meski hanya meraih juara harapan, Fahri tetap bersyukur atas hasil yang diperolehnya dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk penampilan selanjutnya.

“Alhamdulillah masih diberi kesempatan juara. Ya meskipun harapan, tapi semoga nanti kalau ikut lomba bisa lebih baik dari kemarin,” ujarnya.

Prestasi tersebut pun disambut bahagia oleh orang tua Fahri. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang terus memotivasinya untuk berprestasi.

“Orang tua alhamdulillah bahagia tahu anaknya dapat juara,” ungkapnya.

Baca Juga: ASWAJA Center Tebuireng Bekali Siswa MASS Peta Gerakan Islam di Indonesia

Fahri bersama rekannya dan guru pendamping dari MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng (dok. istimewa)

Di lingkungan MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, Fahri dikenal sebagai siswa yang konsisten menorehkan prestasi di bidang pidato Bahasa Arab. Hampir setiap tahun ia berhasil membawa pulang penghargaan.

Sejumlah prestasi yang pernah diraihnya antara lain juara 3 pidato Bahasa Arab Porseni se-Jombang, juara 1 pidato Bahasa Arab Unit ELP Trensen tahun 2025, juara 2 pidato Bahasa Arab ELP tahun 2024, serta juara 3 khitobah Bahasa Arab pada tahun 2023. Pada ajang GEN-ZINU Festival 2026 ini, Fahri juga memperoleh hadiah uang tunai sebesar satu juta rupiah, piala, piagam, serta beasiswa dua semester di salah satu universitas di Malang.

Baca Juga: MA SS Tebuireng Belajar Gaya Hidup Berkelanjutan kepada Tim Edukasi BST

Selain aktif menorehkan prestasi, Fahri juga dikenal aktif mengabdikan diri di lingkungan pesantren. Sejak mondok di Pesantren Tebuireng pada 2023, ia tercatat sebagai bagian dari ta’mir Pesantren Tebuireng dan kerap bertugas mengumandangkan azan. Hingga saat ini, Fahri telah menghafal Al-Qur’an sebanyak 10 juz dan berencana melanjutkan pendidikan ke Ma’had Aly karena ketertarikannya pada ilmu hadis.

“Saya ingin kuliah di Ma’had Aly karena sesuai dengan passion saya di ilmu hadis,” katanya.

Guru pembimbing Fahri, Dewi Purwati, selaku guru mata pelajaran Bahasa Arab MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, mengungkapkan bahwa Fahri merupakan siswa yang hampir selalu ia libatkan dalam setiap lomba Bahasa Arab.

“Fahri ini sudah kesekian kalinya ikut lomba. Dari kelas 10, 11, sampai 12 sering saya ajak lomba. Kalau ada lomba Bahasa Arab, pasti saya ajak dia, apalagi kalau lomba yang mendadak,” ujar Miss Dewi.

Menurutnya, Fahri memiliki kemampuan menghafal dan pemahaman teks Bahasa Arab yang sangat baik, sehingga memudahkan proses pembinaan menjelang lomba.

Baca Juga: Optimalkan Persiapan Studi Lanjut, MASS Tebuireng Gelar Sosialisasi dan Expo Kampus 2026

“Saya kasih teksnya sekarang, besok Fahri itu sudah hafal. Anaknya gampang diarahkan dan anaknya semangat,” tambahnya.

Miss Dewi juga menceritakan bahwa Fahri sempat merasa sedih karena hanya meraih juara harapan dua. Namun ia berusaha menenangkan Fahri dengan memberikan penguatan terkait rencana masa depannya.

“Kemarin dia bilang, ‘maaf ya miss saya kurang maksimal’. Terus saya bilang enggak apa-apa. Kalau kamu menang nanti dapat beasiswa full di Malang, nanti kamu bingung lagi, karena takdirmu di Ma’had Aly, nak. Dari dulu niatmu memang ke sana,” ungkapnya saat diwawancarai tim Tebuireng Online.

Ia berharap Fahri dapat terus berkembang, meraih kesuksesan di masa depan, serta tetap mengabdi di lingkungan Pesantren Tebuireng.

“Harapan saya Fahri bisa lebih sukses ke depan. Dia juga pengen ngabdi di Tebuireng, karena sekarang ikut bagian ta’mir pesantren, yang biasanya adzan itu dia,” pungkasnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary