masjid
www.cleanmiddleeast.ae

tebuireng.online- Beberapa waktu lalu umat Islam di wilayah Depok, Jawa Barat,  membangun Masjid Kubah Emas. Yang menjadi kebanggaan umat Islam. Di tempat lain juga ada masjid yang baru di bangun dan tak kalah megahnya,  yakni Masjid” Sheikh Zayed Grand Mosque” di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Masjid yang memiliki 82 kubah dan lebih dari 1.000 tiang kolom yang berlapiskan emas 24 karat chandelier. Lantainya di lapisi Karpet handmade terbesar di dunia. Dan menjadi penghias. Selain itu juga dihiasi oleh  beberapa tiang  terbesar di dunia, seperti layaknya tiang lilin dengan diameter 10 meter  dan tinggi 15 meter seberat dua belas ton.

Masjid tersebut mampu menampung hingga 40.000 pengunjung. Ruang shalat utama dapat menampung hingga 7000 pengunjung. Terdapat dua lorong untuk beribadah yang lebih kecil berkapasitas 1.500 salah satunya untuk khusus wanita. Memiliki empat menara yang tingginya mencapai 107 m (351 ft), yang berada di empat sudut halaman dengan desain floral, seluas sekitar 17,000 m2 (180,000 sq ft), dan menjadi contoh untuk mozaik marmer terbesar di dunia.

Banyak keunikan dari mesjid ini. Karpet di ruang doa utama diklaim merupakan karpet terbesar di dunia yang dibuat oleh Perusahaan Karpet Iran dan dirancang oleh seniman Iran, Ali Khaliqi. Karpet ini berukuran 5.627 m2 (60.570 sq ft), dengan Berat 35 ton dan sebagian besar terbuat dari wol (berasal dari Selandia Baru dan Iran). Konon katanya menghabiskan dua tahun untuk membuat karpet ini.

Masjid Sheikh Zayed Grand ini memiliki tujuh Chandelier (Lampu lilin gantung) yang  diimpor dari Jerman yang menggabungkan jutaan kristal Swarovski. Salah satu Chandelier tersebut merupakan yang terbesar ketiga di dunia dan memiliki diameter 10m (33 ft) dan tingginya mencapai 15m (49 ft).

Sudah tidak perlu diragukan akan kualitas dari marmer, mutiara, dan batu-batuan berkualitas tinggi lainnya disini. 99 nama Allah (Asma’ul Husna) yang ditampilkan di depan dinding kiblat ditulis dalam kaligrafi Kufi tradisional. Dirancang oleh kaligrafi UAE terkemuka, Mohammed Al Tamimi Mandi. Dinding Kiblatnya juga dilengkapi serat halus optik pencahayaan, yang terintegrasi sebagai bagian dari desain organik.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tiga gaya kaligrafi Naskhi, Thuluth, dan Kufi, digunakan di seluruh masjid dan disusun oleh Mohammed Al Tamimi Mandi dari UEA, Farouk Haddad dari Suriah dan Mohammed Allam dari Yordania.(UL)

SebelumnyaPerjuangan Hak Kewarganegaraan Muslim Spanyol
BerikutnyaAda Ngaji Filsafat di Tebuireng