Pegiat literasi nasional, Maman Suherman memberikan materi soal literasi di Pesantren Tebuireng, Ahad (23/10) kepada ratusan santri, mahasantri, dan mahasiswa. (foto: rohman/to)

Tebuireng.online– Pekan Literasi Digital Pesantren yang digelar oleh Tebuireng Media Group menghadirkan tiga narasumber kompeten sekaligus populer, yakni Maman Suherman, Khilma Anis, dan Agus Mulyadi. Ketiganya merupakan praktisi literasi yang fenomenal, apalagi literasi digital. 

Maman Suherman selain produktif menerbitkan buku, ia juga aktif di laman Twitter dan facebook pribadinya. Khilma Anis juga menjadi sangat masyhur di instagram sejak novel Hati Suhitanya mencuat tahun 2019. Apalagi Agus Mulyadi yang akunnya sudah mendapat lisensi (centang biru) dari perusahaan instagram. 

Berbicara literasi digital, Maman Suherman mengutip salah satu penelitian yang mengungkap bahwa Indonesia adalah negara paling cerewet di dunia. Buktinya ada 15 juta cuitan di twitter per-detik yang diucapkan oleh masyarakat Indonesia. 

“Dan rata-rata dari kecerewetan itu adalah sampah, mulai dari Hoax, Troll, Stalking, Doxing, Sextortion, Honey trap, Impersonate. Akibatnya media sosial kita lebih banyak terisi oleh sampah daripada hal-hal positif,” ungkapnya seraya mengajak audiens untuk membersihkan laman media sosial dari sampah menjadi sesuatu yang lebih baik, benar, dan bermanfaat.

Saat pemateri foto bersama para peserta seminar nasional.

Kang Maman menceritakan, di Yogyakarta pernah terdapat kasus sextortion. Ada seorang bapak yang baik kepada anak-anak. Dia memberikan anak kecil itu handphone, uang, dan lain-lain. Suatu saat anak kecil itu di video call. Dia suruh buka kerudung, buka baju. Kelihatannya remeh, tapi itu adalah bahan pornografi pedofil yang bisa saja dijual belikan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Ini tantangan kita, bagaimana bersama-sama untuk menyebarkan atau mem-viral-kan konten-konten positif di media digital untuk menekan persebaran konten negatif. Karena media memang dibuat memuat apa yang populer tanpa melihat baik buruknya,” kata Kang Maman, Ahad (23/10/2022).

Di akhir sesi Kang Maman—panggilan akrabnya—berjanji memberikan sebanyak 40 buku gratis bagi 4 orang penanya. Acara berlangsung lancar dan sukses hingga pukul 13.00 Wib di gedung KH. M. Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng Jombang.

Pewarta: Yuniar Indra

SebelumnyaSantri Membangun Bangsa Berdaya dan Bermartabat
Berikutnya800 Mahasiswa FAI UNHASY Ikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW