Tebuireng.online—Santri Pesantren Tebuireng memperingati malam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada 27 Rajab 1442 H atau 11 Maret 2021. Para santri khidmat menyimak ceramah keagamaan yang disampaikan oleh KH. Junaidi Hidayat. Salah satu hal penting yang disampaikan bagaiaman orang harus berilmu dan berakhlaqul karimah dalam kehidupan.

KH. Junadi menegaskan tentang pentingnya santri memiliki ilmu, sebab menurutnya yang bisa mengawal agama adalah ilmu, bukan kekuasaan.

“Yang bisa mengawal agama itu ilmu untuk kemudian diperkuat dengan kekuasaan, lalu diperkuat dengan ekonomi,” ungkapnya, Rabu (10/3/21) di serambi masjid Tebuireng.

Menurut Kiai Junaidi segala sesuatu yang diperintahkan Allah diawali oleh belajar dan berilmu. Maka mengawal dan menjaga agama adalah dengan ilmu.

“Tugas mengajarkan ilmu setelah Rasul tidak ada adalah Warastatul Anbiya’ (kita yang ada di sini) makanya kamu harus belajar, minimal punya dasarnya,” tegasnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam sesi ceramah itu, KH. Junaidi menegaskan pada santri bahwa menjadi santri itu harus manfaat. Sedangkan manfaat itu sendiri tidak harus menjadi orang besar. Baginya, sukses tidak diukur dari jabatan. Jabatan dikatakan sukses tentu dengan manfaat juga. Sehingga ukuran sukses itu adalah manfaat.

Muleh kudu mulang meskipun cuma sedikit muridnya. Santri harus menjadi muallim. Meskipun yang diulang anaknya sendiri pokoknya mulang karena yang jadi amal jariyah itu mulang. Ojo mikir jadi opo-opo, pokoknya belajar,” pesan kiai Junaidi.

Ditegaskan oleh KH. Junaidi bahwasanya salah satu hal  yang disukai oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari adalah membaca al-Kahfi. Oleh sebab itu, santri Tebuireng dihimbau untuk selalu membacanya setiap Jumat.

Dalam sambutan Mudir Bidang Pembinaan Pondok, H. Lukman Hakim  menyampaikan tentang mulianya akhlak Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani oleh santri. Oleh karena itu sepintar apapun seorang santri, yang utama tetaplah berakhakul karimah.

“Mudah-mudahan dengan adanya peringatan malam Isra’ Mi’raj ini kita semuanya mendapatkan taufiq dan dilimpahkan rahmat Allah SWT,” harapnya.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini dihadiri oleh Kepala Pondok Putra, ustadz Iskandar, Wakil Kepala Pondok Putra, ustadz Habib, serta Mudir Bidang Pembinaan Pondok, H. Lukman Hakim. Acara ini diikuti oleh santri unit SLTA (tingkat MA dan SMA) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang bertempat di masjid Tebuireng.

Pewarta: Rafiqatul Anisah

SebelumnyaKisah Perjalanan dan Perjuangan Rasulullah dalam Isra’ Mi’raj
BerikutnyaBerharap Syafaat Rasulullah dalam Memperingati Isra’ Mi’raj