Tebuireng.online – Kamis, (19/10/17) sekitar pukul 13.40 WIB,  Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng mengadakan kuliah umum bersama KH. Ahmad Rusydi, Lc selaku Kepala Seksi Bina Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Agama Islam.  Bertempat di Aula Bachir Ahmad Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3 Pesantren Tebuireng, acara diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (BEM – MAHA). Tampak hadir disana, jajaran pimpinan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Syekh Bilal ‘Afifiy Ghouneim Al – Mishry, dan para mahasantri.

 

Acara dibuka dengan pembacaan ummul kitab,  dilanjutkan pembacaan ayat – ayat suci Al – Qur’an oleh saudara Fatikhudin. Berlanjut sambutan oleh Mudir Ma’had Aly bidang pendidikan, KH. Ahmad Syakir Ridwan, Lc.M.Hi.

“Sejak Ma’had Aly Hasyim Asy’ari mendapatkan SK (Surat Keputusan) Resmi dari Kementrian Agama, kami mengalami banyak perbaikan diri. Yang pertama adalah dari segi fisik yang insyaallah pada tahun akademik 2017/2018, gedung Ma’had Aly yang baru akan segera kami gunakan. Terletak di belakang Kampus B Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy)”, ujar beliau mengawali sambutan.

Dari sisi kurikulum, Ma’had Aly Hasyim Asyari menerima banyak saran dan masukan dari pakar hadis seperti, Dr. Agus Setiawan. “Kami mengikuti workshop yang secara langsung membahas kurikulum Ma’had Aly ini. Dari segi kuantitas mengalami peningkatan,  jumlah sebelumnya 40 mahasantri dalam satu kelas menjadi 60 mahasantri terbagi menjadi 2 kelas dipisah antara laki – laki dan perempuan”, tambah beliau.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kementrian Agama memberikan jurusan hadis kepada Ma’had Aly Hasyim Asy’ari adalah sebagai penyambung tali sanad yang pernah dilakukan oleh pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari selaku ahli hadist di Indonesia.

“Maka dari itu, untuk mahasantri harus bisa mengkhatamkan 2 kitab shohih yakni; Shohih Bukhori, dan Shohih Muslim sebagai ijazah, dan standar kelulusan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari” imbuh dosen lulusan LIPIA ini.

Masuk acara inti, yakni Kuliah Umum. KH. Ahmad Rusydi, Lc. menyampaikan berbagai hal tentang ihwal keislaman pada zaman sekarang dan khususnya membahas Ma’had Aly yang memiliki sistem pendidikan berbeda dengan Universitas Islam Negeri (UIN) maupun Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

“Ma’had Aly bukanlah barang yang bisa diobral, tetapi Ma’had Aly adalah sebagai pusat kajian Islam yang terdepan dan dibutuhkan oleh masyarakat”, terang beliau. “Ma’had Aly memiliki kajian yang berbeda dengan yang lain. Khusus di Ma’had Aly, ia memakai dasar kitab kuning, langsung memiliki sambungan sanad kepada mushonnif kitab”, ucap beliau.

Acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Syeikh Bilal ‘Afifiy Ghouneim Al – Mishry selaku mab’uts dari Universitas Al – Azhar Kairo.


Pewarta : Tajuddin

Publisher : Muh Sutan

SebelumnyaSpirit of Muharam Ala Program Studi PGSD Unhasy
BerikutnyaKH. Ahmad Rusydi : Ma’had Aly Harus Menjadi Pusat Kajian Permasalahan Umat Islam