Tim Respon Cepat LSPT memberikan bantuan kepada keluarga korban bencana angin puting beliung di Mojowarno Jombang pada Kamis (18/01/2018). (Foto: Dok. LSPT).

Tebuireng.online— Bencara angin puting beliung melanda sejumlah desa di Kabupaten Jombang pada Rabu (17/01/2018) sore. Akibat bencana itu, sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Bahkan dalam bencana itu, mengakibatkan dua warga meninggal.

Tanggap dengan bencana itu, Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) menyantuni keluarga dua korban meninggal, baik berupa uang maupun sembako. “Kami memberikan bantuan kepada keluarga dua korban puting beliung di Desa Karanglo Mojowarno Jombang,” ungkap Sekretaris LSPT, Lutfia kepada Tebuireng Online pada Kamis (18/01/2018).

Lutfia menjelaskan, LSPT menyerahkan bantuan uang tunai dan sejumlah sembako, di antaranya beras 35 kg, mie instan 10 kardus, gula 10 kg, dan beberapa karton snack. Kedatangan tim LSPT juga dibantu oleh sejumlah mahasiswa STAIN Kediri yang sedang Praktek Kerja Lapangan (PKL) di LSPT hingga 10 Maret nanti. Mereka membantu dalam pendistribusian barang.

Kepala Desa Karanglo Mojowarno Jombang, Habib Ghofir bersyukur ada pihak-pihak, termasuk LSPT, yang peduli terhadap korban bencana yang melanda sejumlah desa itu. “Sangat berterimakasih dengan kehadiran LSPT yang mana dapat meringankan data para korban,” ungkapnya.

Dua korban meninggal dalam bencana itu, yaitu Sofyan Arif (35) warga Dusun Sidoluwih, Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno dan Suyadi (57), warga Dusun Kedunglo, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno. Suyadi tertimpa kandang ayam dan masih sempat bisa berjalan pulang, tetapi khirnya meninggal, sedangkan Sofyan Arif tertimpa pohon sewaktu berteduh di bawah pohon,

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Bantuan dari LSPT diterima langsung oleh keluarga korban. Sigit, anak Suyadi mengaku bantuan dari berbagai pihak dapat meringankan kesedihan keluarganya. “Merasa sangat terbantu serta dapat mengurangi rasa kesedian atas perhatian dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Selain Sofyan dan Suyadi, ada pula dua korban luka-luka ringan. Keduanya adalah Sumarli (52) warga Desa Karanglo dan seorang bayi dari desa yang sama. Bencara juga telah merusak 50 rumah, tujuh di antaranya rusak berat dan sebuah kandang ayam roboh akibat diterpa angin kencang.


Pewarta:  M. Abror Rosyidin

Editor:     Aros

Publisher: MAR

SebelumnyaHadirilah Seminar Aktualisasi Pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari!
BerikutnyaPeraih Juara Festival Dai se-Jawa Bali di Tebuireng