Letih Berbisik

13
Ilustrasi orang yang sedang berdoa

Lelah Senyap

Malam menelan suaraku pelan-pelan
tubuh ini jadi rumah yang pintunya karatan
lelah menyelinap seperti kabut
membekap dada tanpa izin pamit

Aku tersenyum
padahal luka menjerit
Aku melangkah
padahal kaki sudah jadi batu
dunia berisik
tapi di dalam diriku senyap
seperti sumur tua yang kering airnya

ya Allah, ini hamba yang letih berjuang
menahan ribut di kepala
menahan rindu di dada
pinjamkan bahumu
pinjamkan tenagamu
agar aku bisa bangun lagi esok pagi

Pundak Lelah

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pundak ini memikul langit yang bukan milikku
beratnya seperti gunung runtuh di atas tulang
setiap langkah terasa menaiki bukit tanpa puncak
napas tersengal dipeluk letih yang tamak

Aku diam
tapi badai menjerit di kepala
Aku tersenyum
padahal mata menahan hujan
waktu menertawakanku
memaksa aku kuat lagi
padahal tubuh sudah jadi kertas basah

Ya Rabb, ringankan beban yang Kau titipkan
jadikan lelah ini saksi
bukan kuburanku
agar besok aku bisa berdiri lagi
menggendong mimpi yang sempat terjatuh

Letih Berbisik

Letih berbisik di balik pintu dadaku
menggesek sunyi sampai dinding hati mengelupas
Ia menenun lelah jadi selimut tebal
membungkus mimpi yang dulu berlari kencang

Aku menelan dunia yang bising dan kejam
sementara jiwaku retak pelan tanpa suara
langit menatapku dingin seperti hakim
bumi menolakku jadi saksi bisu

Tuhan, jika lelah ini bahasa cintamu
ajariku membaca tanpa air mata
ubah bisik letih jadi doa tenang
agar aku tumbuh
bukan terkubur di dalamnya


Penulis: Amalia Dwi Rahmah