
Singgah atau Tersesat yang Dipanjangkan
Ada langkah yang tiba
di tempat yang tak pernah benar-benar memanggil.
udara diterima,
tanah dipijak,
namun hati terus bertanya
apakah ini singgah
atau tersesat yang dipanjangkan.
hari-hari berjalan normal,
seolah tak ada yang keliru.
tapi tiap malam menyimpan gema
dari pertanyaan yang tak selesai:
apakah keberadaan ini pilihan,
atau sekadar kebetulan
yang lupa dijelaskan?
Ritme di Tengah Kebisingan
Tempat itu bising oleh jadwal,
oleh suara yang saling tumpang tindih.
tak semua rapi,
tak semua sepaham,
namun roda tetap berputar
dengan cara yang anehnya selaras.
di balik kekacauan kecil,
ada ritme yang dipelajari pelan-pelan.
tawa singgah di sela lelah,
kesal larut bersama kopi dingin.
tak indah,
tapi cukup hidup
untuk disebut kebersamaan.
Sebelum Tahu Ke Mana Harus Pulang
Takdir berjalan lebih dulu,
tanpa peta,
tanpa penjelasan.
ia hanya memberi dorongan halus
ke arah yang belum dikenal.
arah sering berubah,
tanda-tanda samar,
dan janji terasa ditunda.
namun langkah tetap bergerak,
karena diam
tak pernah menawarkan jawaban.
mungkin takdir bukan soal tujuan,
melainkan tentang siapa
yang ditempa di sepanjang jalan
sebelum akhirnya tahu
ke mana sebenarnya
harus pulang
Penulis: Albii
Editor: Rara Zarary


















