
Tebuireng.online- Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang menggelar Yudisium Wisuda ke-XI pada Senin (15/12/2025) di Gedung KH. Yusuf Hasyim Lantai 3. Dalam momen tersebut, Mudir Ma’had Aly, Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I., menyampaikan pesan penting mengenai refleksi keilmuan terbaru dan harapan studi lanjut bagi para lulusan.
KH. Ahmad Roziqi menyoroti hasil Muktamar Turost Nabawi. Beliau menjelaskan bahwa dalam muktamar tersebut telah disepakati adanya sudut pandang baru terhadap Sunnah, yang dipahami sebagai bagian dari Fiqh as-Sunnah dengan konsentrasi kajian yang disebut Ekosunnah. Konsep ini dirumuskan melalui pendekatan Tanzīlu as-Sunnah, yakni memahami dan mengimplementasikan Sunnah Nabi SAW. sebagai solusi atas berbagai persoalan kontemporer, khususnya kerusakan ekosistem dan lingkungan hidup..
Mudir Ma’had Aly menegaskan, untuk menjadi seorang yang benar-benar pakar dalam bidang Ekosunnah, jenjang Ma’had Aly Marhalah Ula (M1) belumlah mencukupi.
“Oleh karena itu, para mahasantri didorong untuk menyiapkan niat dan melanjutkan studi ke Marhalah Tsaniyah (M2) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari,” ujar Dr. KH. Ahmad Roziqi.
Pada jenjang M2, mahasantri akan dibekali metode lintas keilmuan (manāhij) yang mendukung pendalaman pemahaman hadis, mengantar mereka meraih capaian akademik Magister Hadis wa ‘Ulūmuhu (M.H.U.).
KH. Ahmad Roziqi menjelaskan perbedaan capaian antar jenjang: di M1, mahasantri dibekali kemampuan membedakan hadis ṣaḥīḥ (sahih), ḍa‘īf (daif), dan saqīm (sakit) dalam Sunnah Nabawiyyah. Sedangkan pada jenjang M2, pemahaman Fiqh as-Sunnah akan menjadi lebih syumūliyyah (komprehensif), serta menguatkan keilmuan hadis untuk menghasilkan pakar yang mendalam.
Beliau berpesan agar peserta yudisium tidak terburu-buru meninggalkan proses keilmuan, sebab melanjutkan ke jenjang M2 adalah bagian penting dari penguatan pemahaman hadis yang kokoh.
Mudir Ma’had Aly menegaskan bahwa keberadaan para lulusan sangat berarti bagi pengembangan jenjang M2, mengingat visi Ma’had Aly Hasyim Asy’ari adalah mencetak ahli-ahli hadis yang memiliki pemahaman mendalam dan komprehensif terhadap Sunnah Nabawiyyah.
“Bagi siapa pun yang ingin menimba ilmu agama, khususnya dalam bidang hadis, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari merupakan salah satu rujukan utama,” tegasnya, sembari mengutip pesan Kiai Hannan bahwa pendirian Ma’had Aly bertujuan menyiapkan imam-imam yang mumpuni dalam pemahaman agama.
Di akhir pesannya, beliau menyampaikan ucapan selamat dan mendoakan agar ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat, serta berpesan agar para mahasantri senantiasa memohon doa restu kepada guru dan masyāyikh Tebuireng.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Muh. Sutan


















