Para peserta Konfercab IPNU-IPPNU masa khidmat 2015-2017, di Aula Balai Desa Grobogan, Selasa (28/03/17). (Foto : Izzatul Mufidati)

Tebuireng.online- Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Mojowarno menggelar kegiatan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) masa khidmat 2015-2017 yang di laksanakan di Aula Balai Desa Grobogan. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta, yang berasal dari beberapa komisariat sekolah di bawah naungan LP Maarif NU, dan selebihnya delegasi Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR), Selasa (28/03/17).

Dalam sambutannya, Rekan Yanuar Setyawan selaku ketua IPNU PAC Mojowarno mengungkapkan bahwa baru-baru ini telah terbentuk 6 anak ranting dan 10 komisariat. Adapun tujuan adanya Konferancab adalah untuk menilai dan mengoreksi kepengurusan dari yang sekarang dan yang akan datang. Tetapi dengan adanya konferensi ini bukanlah akhir dari sebuah perjuangan.

“Dalam perjalanan menapaki organisasi ini kita tidak berjalan sendirian, masih ada rekan dan rekanita hebat yang mengiringi setiap langkah perjuangan kita. Harapan kami dikepengurusan selanjutnya dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik. Tetap semangat dan salam belajar, berjuang, dan bertaqwa,” ujar Rekan Yanuar Setyawan saat memberikan sambutan.

“Harapan kami pertama, dalam kepengurusan yang terpilih selanjutnya luangkan waktu kalian untuk berkarya di IPNU-IPPNU. Kedua, PAC (Pimpinan Anak Cabang)  Mojowarno harus lebih baik dari sebelumnya. Apabila ada anak ranting yang belum berdiri, silakan diberdirikan. Ketiga, kegiatan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) di Ranting atau Komisariat harus dilaksanakan. Karena anggota IPNU-IPPNU harus aktif,” ungkap Ketua PC IPNU Jombang, Rekan Abdul Haris saat memberikan sambutan.

“IPNU-IPPNU merupakan wadah yang baik. Dengan adanya IPNU-IPPNU saya yakin bisa mengajak kader menjadi yang lebih baik,” sambut Kepala Desa Grobogan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketua Tanfidziyah MWCNU Mojowarno, Bapak Usman Hasan dalam sambutannya menegaskan bahwa  pemuda harus semangat, karena kemajuan bangsa berada pada pemuda.  Problematika umumnya pelajar adalah hal-hal yang meracuni otak, sebagai kapitalisme modernisasi. Jika moralitas sudah hancur, satu-satunya jaminan NKRI masih hidup adalah hidupnya NU.

Beliau juga menceritakan awal IPNU-IPPNU berdiri, yaitu pada tanggal 24 Februari 1954. Ketua 1 yaitu Bapak Talhah Mansur. Sebelum tanggal 24 Februari 1954, ada organisasi yang bersifat kedaerahan yang hanya diskusi saja. Kongres 1, terjadi di Malang. Dibuka langsung oleh Presiden Ir. Soekarno dan mengukuhkan kembali Bapak Talhah Mansyur sebagai ketua 1.

“Mudah-mudahan dari IPNU-IPPNU lahir tokoh-tokoh yang penting dan berperan. Seperti sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), beliau dari NU  yang telah memberikan basic negara yang hebat. Jadilah anak muda yang berkarya. Semoga melahirkan pemimpin yang mampu diterima oleh banyak orang dan mempunyai kriteria menjadi pemimpin,” ungkap Bapak Usman Hasan diakhir sambutan.

Acara berakhir pada pukul 20.30 WIB dengan terpilihnya secara aklamasi ketua PAC IPNU Mojowarno yaitu Rekan M. Ishomuddin Haidar dari Mojoduwur dengan 40 suara dan ketua PAC IPPNU Mojowarno yaitu Rekanita Musarrotul Mala dari Gedangan dengan 46 suara.


Pewarta :Izzatul Mufidati

Editor : Munawara, MS

Publisher :Munawara

SebelumnyaKiai Ma’ruf Amin : Pesantren Sebagai Tempat Regenerasi Ulama
BerikutnyaBelajar Tawaduk dari Kiai Bisri Syansuri