
Tebuireng.online- Pesantren Tebuireng menggelar sesi materi Penguatan Fikih Ibadah sebagai instrumen vital dalam rangkaian Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) 2026. Agenda strategis yang diikuti oleh seluruh santri baru ini berpusat di Gedung KH. Yusuf Hasyim Lantai 3 Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (06/07/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Ahmad Wasil Syahir, M.H.U., menitikberatkan pemaparan pada kodifikasi hukum Islam yang mengatur rutinitas peribadatan harian. Materi ini disodorkan sebagai jangkar awal bagi santri agar memiliki standar baku yang presisi dalam menyelaraskan antara teori teks kitab kuning dengan implementasi praktik ibadah sehari-hari di asrama.
Ustadz Ahmad Wasil secara sistematis mengupas tuntas anatomi ilmu fikih dasar. Pembahasan dimulai dari klasterisasi jenis-jenis air dalam hukum Islam, syarat-syarat kedisiplinan dan tata cara wudhu, identifikasi hal-hal yang membatalkan kesucian, hingga rukun-rukun yang wajib dipenuhi dalam ritual mandi besar (janabah).
Tidak berhenti di sektor bersuci (thaharah), pemateri membedah parameter keabsahan ibadah shalat melalui penjelasan syarat wajib, syarat sah, serta berbagai tindakan refleks maupun sengaja yang dapat merusak atau membatalkan shalat. Pemahaman mutlak ini dinilai menjadi benteng awal dalam melestarikan tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah yang menjadi identitas inti Pesantren Tebuireng.
Penyampaian materi dalam MOSBA kali ini didesain secara interaktif dua arah. Seusai pemaparan teori konseptual, panitia membuka ruang diskusi domestik yang dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta untuk mengajukan berbagai problem konstekstual seputar thaharah dan shalat.
Suasana forum mendadak dinamis saat memasuki sesi tanya jawab. Ratusan santri baru secara kritis melontarkan pertanyaan-pertanyaan berbasis studi kasus aktual yang kerap mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari sebelum memasuki dunia pesantren.
Di akhir agenda, Ketua Panitia MOSBA 2026, Ustadz Fathu Ni’am, S.H.U., menyampaikan harapannya agar pasokan literasi fikih ini mampu membentuk watak santri yang disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri secara spiritual. Pembekalan dasar ini diproyeksikan menjadi modal utama bagi generasi baru Tebuireng agar tumbuh menjadi insan yang tidak hanya unggul pada kapasitas intelektual akademis, melainkan juga memiliki ketahanan moral dan istiqamah dalam mengamalkan syariat Islam.
Baca Juga: Kikis Stigma Kumuh, UKKLP Tebuireng Targetkan Pesantren Bersih Bebas Penyakit Kulit
Pewarta: Fatih
Editor: Sutan


















